Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

Fakta Unik tentang Kopi

Kali ini saya ingin share fakta-fakta unik tentang Kopi, spesial buat para sejawat yang suka ngopi.
Terlepas dari kandungan kafein yang bercokol di dalam secangkir kopi yang masih diperdebatkan,konsumsi masyarakat dunia terhadap jenis minuman yang tidak hanya hitam itu semakin meningkat. Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun.

Hmmm biar seru baca selengkapnya

1. Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia(sekarang namanya Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan sejarah kopi ini berawal dari Abessynia juga, tapi lain cerita, di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga demi menjalankan shalat malam. Dari sinilah akhirnyakhasiat kopi menyebar sebagai minuman penghilang kantuk.

2. Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini
diperoleh dengan cara unik: biji kopinya diambil dari kotoran luwak --binatang sejenis kucing liar. Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya istimewa adalah insting luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Selainitu karena produksinya sangat sedikit dan rasanya selangit, maka harganya pun naudzubilah mahal nian. Bayangkan, harganya US$ 300 sampai US$ 600 per kilogram! Namun, tahukah Anda, ternyata kopi luwak itu keberadaannya saat ini sudah tidak eksis lagi. Ada banyak faktor, mulai dari berkurangnya lahan tanaman kopi hingga semakin berkurangnya satwa luwak di alam liar. Untuk itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) berupaya meningkatkan produksi kopiluwak dengan menangkarkan kembali luwak yang akan disebar di Kebun Percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso.

3. Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia, pendeta-pendeta
melarangumatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Italia, di tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Di Swedia, konon Raja Gustaff II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu hanya diizinkan meminum kopi danyang satu lagi diizinkan hanya nyeruput teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Swedia menjadi sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik di dunia. Sehingga sampaisekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia. Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg lebih per tahun.

4. Dulu awalnya, Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar dan terbaik di dunia. Dan tahukah Anda, hal itu
terjadi sebelum tahun 1880-an,dimana pada tahun tersebut terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga Timor. Brasil dan Kolombia akhirnya mengambil alihperan sebagai eksportir kopi arabika terbesar, sampai kini. Dan pada masa jaya itu, industri kopi di Jawa pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga publik AS mulai mengenalkopi dan menjuluki minuman itu dengan nama Java.


source: ebook YULIUS HAFLAN

Baca Selengkapnya...

Laporan Pendahuluan Depresi

Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun.


I. MASALAH UTAMA
Gangguan alam perasaan: depresi.

II. PROSES TERJADINYA MASALAH
Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun.
Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagai¬nya.
Depresi biasanya dicetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedah¬an, kecelakaan, persalinan dan sebagainya, serta faktor psikik seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri dan akibat kerja keras.
Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan faktor pencetusnya. Depresi merupakan gejala psikotik bila keluhan yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan realitas, tidak dapat menilai realitas dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

III. A. POHON MASALAH



Penyebab


B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Gangguan alam perasaan: depresi
a. Data subyektif:
Tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas berbicara.Sering mengemukakan keluhan somatik. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung bunuh diri.
b. Data obyektif:
Gerakan tubuh yang terhambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat dengan lang¬kah yang diseret.Kadang kadang dapat terjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah, tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering me¬nangis.Proses berpikir terlambat, seolah olah pikirannya kosong, konsentrasi tergang¬gu, tidak mempunyai minat, tidak dapat berpikir, tidak mempunyai daya khayal Pada pasien psikosa depresif terdapat perasaan bersalah yang mendalam, tidak masuk akal (irasional), waham dosa, depersonalisasi dan halusinasi.Kadang kadang pasien suka menunjukkan sikap bermusuhan (hostility), mudah tersinggung (irritable) dan tidak suka diganggu.

2. Koping maladaptif
a. DS : menyatakan putus asa dan tak berdaya, tidak bahagia, tak ada harapan.
b. DO : nampak sedih, mudah marah, gelisah, tidak dapat mengontrol impuls.

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko mencederai diri berhubungan dengan depresi.
2. Gangguan alam perasaan: depresi berhubungan dengan koping maladaptif.

V. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
a. Tujuan umum: Klien tidak mencederai diri.
b. Tujuan khusus
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan:
1.1. Perkenalkan diri dengan klien
1.2. Lakukan interaksi dengan pasien sesering mungkin dengan sikap empati
1.3. Dengarkan pemyataan pasien dengan sikap sabar empati dan lebih banyak memakai bahasa non verbal. Misalnya: memberikan sentuhan, anggukan.
1.4. Perhatikan pembicaraan pasien serta beri respons sesuai dengan keinginannya
1.5. Bicara dengan nada suara yang rendah, jelas, singkat, sederhana dan mudah dimengerti
1.6. Terima pasien apa adanya tanpa membandingkan dengan orang lain.

2. Klien dapat menggunakan koping adaptif
2.1. Beri dorongan untuk mengungkapkan perasaannya dan mengatakan bahwa perawat memahami apa yang dirasakan pasien.
2.2. Tanyakan kepada pasien cara yang biasa dilakukan mengatasi perasaan sedih/menyakitkan
2.3. Diskusikan dengan pasien manfaat dari koping yang biasa digunakan
2.4. Bersama pasien mencari berbagai alternatif koping.
2.5. Beri dorongan kepada pasien untuk memilih koping yang paling tepat dan dapat diterima
2.6. Beri dorongan kepada pasien untuk mencoba koping yang telah dipilih
2.7. Anjurkan pasien untuk mencoba alternatif lain dalam menyelesaikan masalah.

3. Klien terlindung dari perilaku mencederai diri
Tindakan:
3.1. Pantau dengan seksama resiko bunuh diri/melukai diri sendiri.
3.2. Jauhkan dan simpan alat alat yang dapat digunakan olch pasien untuk mencederai dirinya/orang lain, ditempat yang aman dan terkunci.
3.3. Jauhkan bahan alat yang membahayakan pasien.
3.4. Awasi dan tempatkan pasien di ruang yang mudah dipantau oleh peramat/petugas.

4. Klien dapat meningkatkan harga diri
Tindakan:
4.1. Bantu untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi keputusasaannya.
4.2. Kaji dan kerahkan sumber sumber internal individu.
4.3. Bantu mengidentifikasi sumber sumber harapan (misal: hubungan antar sesama, keyakinan, hal hal untuk diselesaikan).

5. Klien dapat menggunakan dukungan sosial
Tindakan:
5.1. Kaji dan manfaatkan sumber sumber ekstemal individu (orang orang terdekat, tim pelayanan kesehatan, kelompok pendukung, agama yang dianut).
5.2. Kaji sistem pendukung keyakinan (nilai, pengalaman masa lalu, aktivitas keagamaan, kepercayaan agama).
5.3. Lakukan rujukan sesuai indikasi (misal : konseling pemuka agama).

6. Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat
Tindakan:
6.1. Diskusikan tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat).
6.2. Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, cara, waktu).
6.3. Anjurkan membicarakan efek dan efek samping yang dirasakan.
6.4. Beri reinforcement positif bila menggunakan obat dengan benar.

Demikian asuhan Keperawatan atau Askep Pasien dengan Depresi, semoga bermanfaat !
Baca Selengkapnya...

RESUMe PENGKAJIAN PADA RUANG UNIT GAWAT DARURAT

Dear All mau berbagi lagi nih, resmu Pengkajian Pada Ruang Unit Gawat darurat (UGD), Ini salah satu tugas pada saat praktek di RS
silahkan dijadikan referensi dan pembelajaran.




I.                    PENGKAJIAN

A.      Identitas
Nama                    : Ny. An
Umur                    : 30 tahun
Jenis kelamin     : LAKI - LAKI
Suku bangsa       : jawa
Pekerjaan           : swasta
Pendidikan         : SMK
Alamat                  : Fanindi
Tanggal MRS      : -
Diagnosa Medis                : Mal Tropica ( PF + )

B.      Riwayat Keperawatan
1.       Keluhan Utama         : demam Ttinggi
2.       Riwayat Kel Utama  : Klien merasakan sejak berapa hari yang lalu sebelum dibawa ke rumah sakit badannya terasa sakit, pusing, lemas, mual muntah sehinga keluarga pasien membawanya ke RS

C.      Observasi dan Pemeriksaan Fisik
1.       TTV.
TD   : 110/70 mm/hg
S      : 37,6°C
N     : 81 x/mnt
R     : 23 x/mnt

2.       B1 ( Pernapasan )
·         Irama                            : cepat
·         Suara Napas               : normal
·         Sesak Napas               : Tidak
·         Batuk                            : ya

3.       B2 ( Bleeding /kardiovaskuler )
·         Suara jantung            : normal ( Vaskuler )
·         Edema                          : Tidak Ada
·         CRT                                : <3 dtk="" span="">
·         Akral                              : hangat
4.       B3 ( Brain / Persarafan )
·         Kesadaran   : Sadar
·         G C S              : 4    4   5
·         Mata             : Sklera :Putih, Konjungtiva : Merah muda, Pupil                : Isokor
·         Persepsi Sensori :
a.       Pendengaran     : baik
b.      Penciumanq       : Baik
c.       Pengecapan       : kurang baik (rasa pahit )
d.      Pengeliahan        : Baik
e.      Perabaan             : Baik

5.       B4 ( Bladder )
·         Produksi urine           : ±1000 cc
·         Warna                           : teh
·         Bau                                : ammonia

6.       B5 ( Eliminasi bowel / pencernaan )
Mulut dan tenggorokan
·         Mulut            : bersih
·         Mukosa        : kering
·         Tengorokan                : sakit
·         Abdeomen                 : normal
·         Rectum        : normal
·         BAB                : bagus
·         Dieet             : tidak ada

7.       B6 ( Bone : tulang dan integument )
·         Pergerakan sendi                     : bagus
·         Extremitas atas                         : bagus
·         Extremitas bawah                    : bagus
·         Tulang belakang                       : normal
·         Turgor kulit                                 : baik
·         Akral                                              : hangat

D.      Pemeriksaan penunjang
1.       Radiologi                      : -
2.       Tes DDR malaria        : PF (+)




E.       Terapi
1.       Cairan Ringer laktat                 : RL drip Quinin HCL per 6 jam
2.       Cairan Nacl                                  : Nacl kosong
3.       Obat injeksi intra vena           : antalgin 1 amp, dexa 1 amp, ranitidine 1 amp, vicillin 1 gr
4.       Obat                                              : antacida, PCT/oral                        

II.                  ASUHAN KEPERAWATAN
A.      Klasifikasi Data
Data Subjek
Data Objek
Klien mengatakan :
a.       Sakitkepala (+)
b.      Terkadang pusing.
c.       Lemas
d.      Mual muntah
e.      Batuk
f.        Tenggorokan sakit
TTV :
a.       TD : 110/70 mm/hg/baring
b.      N   : 81x/menit/baring
c.       R   : 23x/menit/baring
d.      S   : 37,6°c

·         Badan tersa hangat
·         Keluar keringant
·         Terpasang invd D5% deg 22 tts/mnt

·         Terapi :
a.       Cairan Ringer laktat                            : RL drip Quinin HCL per 6 jam
b.      Obat injeksi intra vena      : antalgin, dexa, ranitidin
c.       Obat                                         : antacid, PCT/oral                 




B.      Analisa Data
Data
Penyebab
Masalah
DS :
Klien mengatakan :
a.       Sakitkepala (+)
b.      Terkadang pusing.
Lemas
c.       Mual muntah
d.      Batuk
e.      Tenggorokan sakit

DO :
TTV :
a.       TD: 110/70 mm/hg/baring
b.      N   : 81x/menit/baring
c.       R   : 23x/menit/baring
d.      S   : 37,6°c

·         Badan tersa hangat
·         Keluar keringat
·         Terpasang invd D5% dgn 22 tts/mnt
·         Terapi :
a.       Cairan Ringer laktat                   : RL drip Quinin HCL per 6 jam
b.      Obat injeksi intra vena             : antalgin, dexa, ranitidin
c.       Obat                                                : antacid, PCT/oral                       



Infeksi plasmodium falcifarum
·         Gangguan nutrisi
·         Hypertermi

C.      Diagnosa Keperawatan
Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungnan dengan infekci plasmodium falcifarum yang ditandai dengan :
DS :
Klien mengatakan :
f.        Sakitkepala (+)
g.       Terkadang pusing.
Lemas
h.      Mual muntah
i.         Batuk
j.        Tenggorokan sakit

DO :
TTV :
e.      TD: 110/70 mm/hg/baring
f.        N   : 81x/menit/baring
g.       R   : 23x/menit/baring
h.      S   : 37,6°c

·         Badan tersa hangat
·         Keluar keringat
·         Terpasang invd D5% dgn 22 tts/mnt
·         Terapi :
d.      Cairan Ringer laktat                         : RL drip Quinin HCL per 6 jam
e.      Obat injeksi intra vena                   : antalgin, dexa, ranitidin
f.        Obat                                                      : antacid, PCT/oral                          



Baca Selengkapnya...