Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Title

Gabung bersama dbc-Network

Serasa punya kantor sendiri di rumah, belajar berbisnis dan bisa membantu orang tua untuk biaya kuliah, disana ada leader yang rama-ramah siap membimbing dan sabar. hehe.. piece... dapat kenalan dari berbagai seluruh indonesia yang ramah-ramah itu sesuatu banget loh... lebih bagusnya sih baca selengkapnya lebih seru..

Baca selengkapnya...
Title

Daftar Nama-nama Mahasiswa

Berikut daftar nama-nama mahasiswa Akper angkatan IV Manokwari. daftar nama-nama calon Suster dan Mantri yang akan menyelesaikan Program Studi D-III ini... berikut list nya..

Baca lagi dong...
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
Title

Hasil Pemilu HMJ IV

Pemilihan ketua HMJ akper manokwari sepertinya tidak sesuai dengan rencana, karena menurut waktu yg di tentukan sekitar jam 9 pagi akhirnya di tunda hingga jam 12 siang.

Baca lebih lanjut..

Dosis Obat Kusta Anak Berdasarkan Berat Badan/Usia

 
PENGOBATAN PENDERITA KUSTA SERTA
DOSIS OBAT UNTUK ANAK BERDASARKAN BERAT BADAN

Berikut daftar Dosis obat Kusta Anak berdasarkan Berat badan dan Usia, di ambil dari materi kuliah Kusta semester 4. Semoga bermanfaat untuk teman-teman.  

 


BERAT BADAN

PB

MB

Dewasa                ( > 15 tahun )
Blister Hijau
Rif : 600 mg/bulan
DDS : 100 mg/hari
Blister merah
Rif : 600 mg/bulan
Lampren : 300 mg/bulan
Lampren 50 mg/hari
DDS : 100 mg/hari
Anak                    ( 10-14 tahun)                     
Blister Biru
Rif : 450 mg/bulan
DDS: 50 mg/hari
Blister Orange
Rif : 450 mg/bulan
Lampren 150 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 3 x seminggu
< 10 tahun ( berdasarkan berat badan )


15 - 20 kg
Rif : 150-300 mg / bulanà 225mg
DDS : 15-40 mg / harià 25 mg
Rif : 150-300 mg / bulanà225 mg
Lampren : 100 mg/ bulan
Lampren : 50 mgà 2 x seminggu.
DDS : 15-40 mg/harià 25 mg

12– 14 kg
Rif    : 120 – 210 mg/bulanà 150 mg.
DDS :  14 – 28 mg/hari à 25 mg
Rif : 120 – 210 mg / bulanà 150 mg
Lampren : 100 mg /bulan
Lampren : 50 mg/harià 2x seminggu.
DDS : 12-28 mg/harià25 mg
10 - 11 kg
Rif : 100 – 165 à150 mg/bulan
DDS : 10-22 mg/harià 1/3 tablet  a  50 mg
Rif : 110 – 165 mg/bulan
Lampren : 100 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 1x seminggu
DDS : 10-22 mg/harià 1/3 tab
8 - 9 kg
Rif : 80 – 135 mg/bulanà100mg ( 1/3 kapsul a 300mg)
DDS : 8-18 mg/harià ¼ tablet a 50 mg
Rif : 80-135 mg/bulanà 100 mg
Lampren : 100 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 1x seminggu
DDS : 8-18 mg/harià ¼ tablet a 50 mg






Berat Badan




PB




MB

7 kg
Rif : 70-105 mg/bulan
DDS: 7-14 mg/hari
Rif : 70-105 mg/bulan
Lampren : 100 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 1x seminggu

DDS: 7-14 mg/hari
6 kg
Rif : 60-90 mg/bulan
DDS: 6 – 12 mg / hari
Rif : 60-90 mg/bulan
Lampren : 100 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 1x seminggu
DDS: 6 – 12 mg / hari
≤ 5 kg
Rif : 50-75 mg/bulan
DDS : 5-10 mg/hari
Rif : 50-75 mg/bulan
Lampren : 100 mg/bulan
Lampren : 50 mgà 1x seminggu
DDS : 5-10 mg/hari

Jangan lupa konsul ke dokter di Puskesmas dulu
kemudian ke Wasor Kabupaten

Baca Selengkapnya...

Asuhan Keperawatan Alzheimer Disease


     Penyakit Alzheimer adalah suatu demensia progresif yang ditandai oleh kematian luas neuron neuron otak, terutama di daerah otak yang disebut nukleus basalis

 

TEORI PEMBENTUKAN

Salah satu teori mengenai pembentukan penyakit Alzheimer mengemukakan bahwa pengolahan PPA yang abnormal menyebabkan protein tersebut menonjol dari membran sel saraf, hal ini agaknya merupakan pencetus pembentukan jerat jerat yang menyebabkan kematian sel.

 

       risiko mengalami penyakit Alzheimer meningkat dengan pewarisan gen tertentu yang mengkode protein pengangkut kolesterol jenis tertentu, yang disebut apolipoprotein E

 

GAMBARAN KLINIS

        Tidak ingat akan kejadian

        Terjadi keadaan sering lupa,

        Penurunan kemampuan menilai

        Peruba­han kepribadian dan perilaku yang berkembang lambat dalam periode sampai 10 tahun.

        Sering dijumpai kehilangan ingatan jangka pendek dan masalah­-masalah dengan konsep matematika

 

 

PENATALAKSANAAN

       Pendidikan terhadap pasien dan keluarganya mengenai alat-alat bantu ingatan, diet, dan tindakan-tindakan pengamanan mungkin dapat mem­perlambat perkembangan gejala

 

PROSES KEPERAWATAN

       Pengkajian fisik didasarkan pada pengkajian neurologis menunjukkan kemunduran yang progesif dari kondisi fisik dan mental.

       Keluarga atau orang terdekat melaporkan pasien memperlihatkan penurunan daya ingat ringan, tidak tertarik pada lingkungan, kurangnya perhatian.

 

        Pada tahap akhir, koordinasi antara tangan dan mata lemah.

        Kontrol terhadap defekasi dan berkemih hilang, tidak mengenali keluarga lagi, sering terjadi inkoherensi pada bicaranya, langkah jalannya menjadi ataksis, terjadi perubahan emosional secara menonjol.

        Penurunan berat badan terjadi saat pasien lupa makan, agitasi meningkatkan dan menolak makan.

        Kaji respon keluarga dan orang terdekat terhadap kondisi pasien dan dampaknya terhadap lingkungan rumah.

Diagnosa Keperawatan

 

         Perubahan proses berfikir yang berhubungan dengan neuron dan demensia progesif.

         Resiko tinggi terhadap cedera yang berhubungan dengan perilaku impulsive, kerusakan pertimbangan, kurang penglihatan dan disfungsi perilaku.

         Ansietas yang berhubungan dengan kehilangan kognitif dan penurunan dalam konsep diri.

         Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan kehilangan kognitif.

         Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan konfusi, kehilangan kognitif dan perilaku disfungsi.

         Gangguan pola tidur berhubungan dengan ansietas, kelambatan berpikir dan ketidakseimbangan aktivitas.

Intervensi

Mendukung Fungsi Kognitif

         Karena kemampuan kognitif pasien menurun, maka perawat harus memberikan iingkungan yang tenang, familiar dan mudah dikenali yang membantu pasien menginterpretasi lingkungan sekitar dan aktivitasnya. Stimulus lingkungan harus dibatasi dan rutinitas yang biasa diteruskan. Cara berbicara yang tenang, menyenangkan dan dengan memberikan penjelasan jelas dan sederhana, ditambah dengan penggunaan alat bantu dan isyarat ingatan, akan membantu meminimalkan kebingungan dan disorientasi serta memberikan rasa aman kepada pasien.

 

Keamanan Fisik

        Lingkungan yang aman akan memungkinkan seseorang bergerak bebas dan menghilangkan kekhawatiran keluarga yang mencemaskan mengenai keamanan.

        Untuk menghindari jatuh atau kecelakaan lain, semua sumber berbahaya yang jelas harus dihilangkan.

        Masukan medikasi dan makanan pasien harus dipantau.

        Lingkungan yang bebas bahaya memungkinkan pasien mandiri secara maksimal dan memiliki rasa otonomi

 

Mengurangi Ansietas

       Meskipun kehilangan kognitifnya cukup parah, namun ada saat dimana pasien sadar akan kehilangan segala kemampuannya.

       Pasien menjadi sangat membutuhkan dukungan emosional yang dapat memperkuat citra diri yang positif.

 

Meningkatkan Komunikasi

        Untuk memperbaiki interpretasi pasien terhadap pesan, perawat harus tetap tidak terburu-buru dan mengurangi kebisingan serta distraksi.

        Kalimat yang jelas dan mudah dimengerti dipakai untuk menyampaikan pesan karena arti suatu kata seringkali telah lupa atau ada kesulitan mengorganisasi dan mengapresiasikan pikiran.

        Instruksi yang berurutan dan sederhana dapat dipakai untuk mengingatkan pasien, hal ini sering sangat membantu. Kadang pasien dapat menunjuk suatu objek atau menggunakan bahasa non verbal untuk berkomunikasi.

 

Meningkatkan Kemandirian dalam aktivitas

perawatan diri.

        Perubahan patofisiologi pada korteks serebri mengakibatkan pasien yang mengalami defisit perawatan diri akan sulit mencapai kemandirian fisik. Upaya ditujukan untuk membantu pasien memelihara fungsi kemandirian selama mungkin.

        Memelihara martabat dan otonomi pribadi penting bagi penderita Alzheimer. Klien harus didorong menentukan pilihan bila diperlukan dan berpartisipasi dalam aktifitas perawatan diri sebanyak mungkin.

 

Meningkatkan Aktivitas Dan Istirahat Yang

Seimbang

        Kebanyakan pasien Alzheimer menunjukkan gangguan tidur dan perilaku melamun. Perilaku tersebut terjadi bila pasien merasa bosan, tidak bisa diam, agitasi atau disorientasi, terutama pada suasana baru dan biasanya pada malam hari.

        Pasien yang melamun diluar rumah kadang tidak bisa pulang lagi, sehingga beresiko mengalami kecelakaan dan cedera. Bila terjadi gangguan tidur dan pasien tidak bisa tidur maka dapat dibantu dengan musik, susu hangat atau garukan halus/lembut pada punggung dapat membantu pasien agar rileks.

 

Evaluasi

 

        Mempertahankan fungsi ingatan yang optimal

        Memperlihatkan penurunan dalam perilaku yang bingung

        Dapat bergerak bebas dan mandiri disekitar rumah

        Mengungkapkan rasa keamanan dan terlindung

        Mengungkapkan perasaan ketenangan dan kepuasan diri

        Menunjukan peningkatan kemampuan untuk memahami pesan

Baca Selengkapnya...