Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya
Showing posts with label Infeksi. Show all posts
Showing posts with label Infeksi. Show all posts

8 Hal yang Paling Fatal Sehabis Makan

Kita tahu makan minum yang tidak sehat mungkin akan menyebabkan
penyakit yang menakutkan, namun, acap kali kita juga sering mengabaikan
beberapa kebiasaan kecil sehabis makan, dan diluar dugaan kebiasaan
hidup yang tidak baik ini besar kemungkinan menjadi “pembunuh” yang
sewaktu-waktu menimpa kita.

1 . Makan buah-buahan

Kebiasaan makan buah setelah makan ternyata adalah kebiasaan yang
keliru. Setelah makanan masuk ke lambung, lambung membutuhkan waktu 1-2
jam untuk mencerna, jika seusai makan lalu menyantap buah, buah akan
terhambat oleh makanan yang telah lebih dulu disantap, akibatnya
buah-buahan tidak bisa tercerna secara normal. Jika berlangsung lama,
akan menyebabkan gejala perut kembung, diare atau susah buang air besar
dan gejala lainnya.

2 . Minum teh kental

Minum teh seusai makan, dapat mengencerkan getah lambung, akibatnya
mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung
tanin (asam tanat), jika minum teh seusai makan, akan membuat protein
yang belum sempat dicerna lambung menyatu dengan asam tanat dan
membentuk sedimen yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi
serapan protein. Teh juga dapat menghambat serapan zat besi, jika
keadaan demikian berlangsung lama dapat terjadi gejala anemia karena
kurang zat besi.

3 . Merokok

Bahaya merokok sehabis makan lebih besar 10 kali lipat dibanding
hari-hari biasa! Ini dikarenakan peredaran darah pada saluran
pencernaan sehabis makan meningkat, akibatnya sejumlah besar kandungan
dalam rokok yang tidak baik bagi kesehatan diserap, sehingga bisa
merusak hati, otak besar dan pembuluh darah jantung dan menyebabkan
penyakit pada aspek-aspek terkait ini.

4 . Mandi

Mandi sehabis makan, volume aliran darah pada permukaan tubuh akan
meningkat, dan volume aliran darah pada saluran usus dan lambung akan
berkurang, sehingga membuat fungsi pencernaan usus lambung melemah, dan
menyebabkan pencernaan buruk.

5 . Mengendorkan ikat pinggang

Mengendorkan ikat pinggang setelah makan, meskipun terasa agak nyaman,
tapi hal tersebut dapat mengakibatkan turunnya tekanan dalam rongga
perut, memaksa lambung turun (terjuntai). Jika kebiasan tersebut terus
dilakukan, akan benar-benar mengidap lambung turun.

6 . Makan angin (berjalan-jalan)

“Makan angin” sehabis makan, bukan saja tidak dapat hidup “99” (panjang
umur), bahkan karena meningkatnya volume olahraga sehingga dapat
mempengaruhi saluran pencernaan terhadap serapan gizi. Terutama manula,
fungsi jantung melemah, penyempitan pembuluh darah, banyak berjalan
seusai makan akan timbul gejala tekanan darah menurun dan lain-lain
gejala.

7 . Berkaraoke

Seusai makan isi lambung kita membesar, dinding lambung menjadi tipis,
volume aliran darah meningkat, saat demikian, bernyanyi dapat membuat
sekat ronga badan pindah ke bawah, beban rongga perut bertambah, jika
ringan akan menyebabkan pencernaan buruk, sebaliknya dapat menyebabkan
gangguan pada lambung dan gejala penyakit lainnya.

8 . Mengemudikan mobil

Rawan terjadi kecelakaan jika habis makan lalu menjalankan kendaraan.
Ini dikarenakan sehabis makan lambung dan usus membutuhkan sejumlah
besar darah dalam mencerna makanan, mengakibatkan organ otak besar
kekurangan darah untuk sementara waktu, sehingga dengan demikian dapat
menyebabkan kesalahan operasional.

Tolong beritahu ke teman2 atau keluarga kita agar mereka mengikuti pola hidup sehat


Baca Selengkapnya...

12 Penyakit Wanita

Dalam booklet yang disajikan kartini terangkum 12 penyakit yang sering dialami wanita. Berikut yang perlu anda tahu :


- Sistitis atau radang kandung kemih

Gejalanya sering buang air kecil dan disertai rasa pedih

Cara mencegahnya hindari menahan kencing dan bersihkan orang intim dengan air bersih serta seringlah berganti celana dalam

- Anemia

Gejalanya ditandai dengan keadaan atau kondisi lesu, lelah, letih, lemah, kurang bersemangat dan pucat

Cara mencegahnya perbanya makan sayur-sayuran yang mengandung zat besi seperti daun singkong, bayam, sawi hijau , kangkung dan kacang panjang

- Keputihan

Gejalanya ditandai dengan keluarnya cairan putih dari organ kewanitaan yang berwarna kuning kehijauan, lengket, berbau dan gatal.

Cara mencegahnya usahakan organ kewanitaan selalu dalam keadaan kering sebelum berpakaian dan gunakan pakaian dalam kering yang menyerap keringat

- Frigiditas

Ditandai dengan kondisi wanita yang tetap “dingin” sekalipun mendapat rangsangan hebat. Keadaan ini membuat wanita tidak dapat menikmati hubungan intim

Cara mengatasi konsultasi kepada psikiater dana jalani terapi untuk meredakan frigiditas

- Osteoporosis

Biasanya dialami oleh wanita pasca menopause akibat berkurangnya hormom estrogen. Menurunnya kepadatan tulang membuat tulang mudah keropos

Cara mencegahnya jalan kaki secara tertaut dengan kecepatan 4,5 km / per jam selama 50 menit, 5 kali seminggu dan perbanyak konsumsi kalsium

- Kandungan turun

Penyebabnya dasar panggul yang lemah atau sering melahirkan

Cara mencegah jangan memaksa mengejan saat BAB dan hindari mengangkat barang yang terlalu berat

- Stress

Penyebabnya tekanan atau masalah yang bertubi-tubi dalam waktu lama membuat seseorang menjadi stress

Cara menanggulangi bicarakan kesulitan dengan orang terdekat untuk meringankan beban batin dan lupakan masalah untuk sementara waktu setelah itu atasi dengan tenang

- Premenstruasi sindrom

Gejalanya muncul menjelang menstruasi, seperti sakit perut, pusing, payudara bengkak, badan lesu, mudah marah, nafsu makan menurun dan kaki terasa berat

Cara meminimalisir timbulnya keluhan yakni beberapa hari menjelang menstruasi kurangi konsumsi garam dan soda. Juga lakukan diet untuk menurunkan berat badan dan olah raga rutin

- Amenorea

Wanita usia subur akan mendapat haid secara teratur setiap bulan. Namun terkadang ada yang 3 bulan atau lebih baru mendapat haid. Siklus haid yang tidak normal disebut amenorea

Penyebabnya, menyusui, kontrasepsi & menopause

Cara mengatasi tergantung penyebabnya. Jika kegemukan, turunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal

- Migraine

Factor pemicu, seperti stress, cokelat, kopi, tidur berlebihan atau kurang tidur, kurang makan, perubahan cuaca atau tekanan udara, emosi berlebihan, bau menyengat, asap rokok, menjelang atau saat haid.

Migrain bisa diatasi dengan obat sakit kepala biasa atau istirahat

- Kanker payudara

Cara pencegahan hindari stress, makanan berlemak, merokok dan minuman beralkohol. Perbanyak sayur, buah-biahan dan olah raga

- Penurunan trombosit pada ITP

kelainan pada sel pembekuan darah. Ditandai dengan bintik merah pada kulit hingga ruam kebiruan. Pemicu kekambuhan adalah kecapekan dan stress

pencegahan hindari kecapekan. Bila sudah terasa letih sebaiknya istirahat. Juga hindari stres

sumber:tim majalah kartini.

Baca Selengkapnya...

Asal Usul Kata Influenza : Dari Astrologi ke Penyakit

Dari mana kata influenza berasal? Nama resmi untuk penyakit ini sebenarnya tidak terbentuk melalui bahasa Inggris, influence. Influenza sesungguhnya merupakan kata Italia, yang diturunkan dari kata Latin abad pertengahan, yakni influentia, yang mempunyai arti “mengalir ke dalam”.


Semula kata influence merupakan istilah khusus untuk astrologi, berkaitan dengan cairan ether yang dikeluarkan oleh bintang – bintang dan disebut – sebut mempengaruhi manusia. Baru pada abad ke 16 sebuah pengertian modern, suatu “kekuatan untuk menghasilkan efek”, mulai memperoleh dominasinya sebagaimana dimiliki di masa sekarang. Di sejumlah kawasan, kata ini dimaknai sebagai “mempengaruhi seseorang”, atau memaksa seseorang mengikuti kehendak melalui kekuatan mental.

Dalam bahasa Italia, kata influenza memiliki pengertian yang agak berbeda dengan influence dalam bahasa Inggris. Kata influenza secara metaforis mengacu pada “merebaknya” suatu penyakit, yang dianggap disebabkan oleh pengaruh bintang – bintang. Sebagai contoh, influenza di febbre scarlattina bermakna “merebaknya penyakit demam berdarah” dan frase seperti itu dikenal sejak awal abad ke 16.

Pada 1743, apa yang dalam bahasa Italia disebut influenza di catarro, “merebaknya demam penyebab padang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan sembari mengeluarkan cairan”, menjadi wabah yang menyebar ke seluruh Eropa. Sebagaimana lazim ditemui pada frase – frase berbagai bahasa, hanya kata pertama yang digunakan dan menjadi sebutan penting. Segera saja penyakit itu dikenal dalam bahasa Inggris sebagai influenza saja. Bahkan, sejak sekitar permulaan periode Victoria, kata itu menjadi lebih pendek saja, flu.

Influenza yang berdampak sangat buruk merebak menjadi pandemi pada akhir Perang Dunia I, 1918, yang membunuh sedikitnya 25 juta orang (diperkirakan jumlah total korban jiwa diseluruh dunia sebanyak dua kali angka tersebut), melebihi jumlah kematian yang diakibatkan oleh permusuhan. Penyakit ini dikenal sebagai flu Spanyol, sebab pada saat itu Spanyol diyakini sebagai asal – muasal berkembangnya flu mematikan ini. Namun kemudian terbukti bahwa flu tersebut mula – mula menyebar di AS (kasus pertama tercatat di Camp Funston, Fort Riley, Kansas, pada 8 Maret 1918), dibawa ke Eropa oleh orang Amerika, lalu mengalami mutasi sehingga menjadi kuat dan mematikan. Di Spanyol sendiri pada Mei 1918, 8 juta orang terinfeksi wabah ini, 17 juta jiwa tewas di India, 500 ribu di Amerika Serikat dan 200 ribu di Inggris.

Virus penyebab wabah tersebut baru – baru ini diselidiki di Centers for Disease Control and Prevention, AS, dengan meneliti jenazah yang terawetkan dilapisan es (permafrost), Alaska. Virus tersebut diidentifikasikan sebagai tipe H1N1 atau yang lebih dikenal dengan flu babi.

(dari berbagai sumber)
Baca Selengkapnya...

Ciri Orang Yang Rentan Menderita Kanker Kulit

Sinar matahari yang sampai ke bumi mengandung ultraviolet A dan B yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Ada beberapa orang yang lebih rentan mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari ini.

erikut ini adalah beberapa hal yang menunjukkan bahwa seseorang sangat rentan untuk mengalami kanker kulit:

1. Sebelumnya pernah mengalami kanker kulit.
2. Ada anggota keluarga yang menderita kanker kulit.
3. Memiliki lebih dari 50 tahi lalat.
4. Tahi lalat yang tidak normal, atau tahi lalat yang ukurannya lebih besar dari
6 mm.
5. Lemahnya sistem kekebalan tubuh.
6. Pernah mengalami kondisi terbakar matahari di usia dewasa ataupun dengan
kondisi yang parah ketika kecil.
7. Tinggal di daerah dengan musim panas ataupun dekat dengan garis ekuator.
8. Memiliki kulit yang terang (putih) yang mudah terbakar ataupun timbul bintik
bintik namun secara keseluruhan kulit tidak mudah bertambah gelap.



http://gigisehatbadansehat.blogspot.com

Baca Selengkapnya...

Penyakit jantung bawaan

I.PENGERTIAN
1.ASD ( Atrial Septum Defek) adalah kelainan jantung bawaan akibat adanya lubang pada septum interatrial. Berdasarkan letak lubang, ASD dibagi dalam tiga tipe :
a.ASD Sekundum, bila lubang terletak di daerah fossa ovallis.
b.ASD Primum, bila lubang terletak didaerah ostium primum (termasuk salah satu bentuk defek septum atrioventrikulare).
c.Defek sinus venosus, bila lubang terletak didaerah venosus (dekat muara vena kava superior dan inferior).

2.VSD (Ventrikulare Septum Defek) adalah suatu keadaan dimana ventrikel tidak terbentuk secara sempurna sehingga pembukaan antara ventrikel kiri dan kanan terganggu, akibat darah dari bilik kiri mengalir kebilik kananpada saat sistole.
Besarnya defek bervariasi mulai dari ukuran milimeter (mm) sampai dengan centi meter (cm), yaitu dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a.VSD kecil : Diameter sekitar 1 – 5 mm, pertumbuhan anak dengan kadaan ini masih normal walaupun ada kecenderungan terjadi infeksi saluran pernafasan.
b.VSD besar / sangat besar : Diameter lebih dari setengah dari ostium aorta, tekanan ventrikel kanan biasanya meninggi.

3.KOARTASIO AORTA adalah kelainan yang terjadi pada aorta berupa adanya penyempitan didekat percabangan arteri subklavia kiri dari arkus aorta dan pangkal duktus arteriousus battoli.

4.BRONCHOPNEMONIA
Pnemoni adalah proses inflamasi pada parenkin paru
Bronchopnemoni adalah proses dari pnemoni yang dimulai dari bronkus dan menyebar kejaringan paru sekitarnya, hal ini menyebabkan adanya gangguan ventrikel
II. ETIOLOGI
1.Kelainan Jantung Bawaan : ASD, CSD, KOARTASI AORTA
Penyebab utama secara pasti tidak diketahui, akan tetapi ada beberapa faktor predisposisi terjadinya penyakit ini yaitu : Pada saat hamil ibu menderita rubella, ibu hamil yang alkoholik, usia ibu saat hamil lebih dari 40 tahun dan penderita IDDM.
2.Bronchopnemoni
Beberapa agent penyebab terjadinya Bronchopnemoni yaitu :
Protozoa (pnemoni cranii)
Bakteri
Vival atau jamur pnemoni

III.PATHOFISIOLOGI
1.VSD ( Ventrikel Septum Defek ) :
Adanya defek pada ventrikel, menyebabkan tekanan ventrikel kiri meningkat dan resistensi sirkulasi arteri sistemik lebih tinggi dibandingkan dengan resistensi pulmonal melalui defek septum.
Volume darah di paru akan meningkat dan terjadi resistensi pembuluh darah paru. Dengan demikian tekanan ventrikel kanan meningkat akibat adanya shunting dari kiri ke kanan. Hal ini akan menyebabkan resiko endokarditis dan mengakibatkan terjadinya hipertrophi otot ventrikel kanan sehingga akan berdampak pada peningkatan workload sehingga atrium kanan tidak dapat mengimbangi meningkatnya workload, maka terjadilah pembesaran atrium kanan untuk mengatasi resistensi yang disebabkan oleh pengosongan atrium yang tidak sempurna.
2.BRONCHOPNEMONI
Agent yang masuk kedalam bronkus menyebabkan flora endogen yang normal menjadi patogen yang kemudian masuk terus kealveoli sehingga terjadi reaksi inflamasi yang mengakibatkan ekstravasasi cairan serosa kedalam alveoli. Adanya eksudat tersebut memberikan media bagi pertumbuhan bakteri (kuman), membran alveoli menjadi tersumbat sehingga menghambat aliran O2 kedalam perialveolar kapiler dibagian paru yang terkena dan mnyebar hampir keseluruh jaringan paru dan akhirnya terjadi hipoksemi.
IV.KOMPLIKASI
1.ASD dan VSD
Endokarditis
Obtruksi pembuluh darah pulmonal (Hipertensi Pulmonal)
Aritmia
Henti jantung

2.KOARTASIO, kompliksi yang berbahaya adalah :
Perdarahan otak
Ruptur aorta
Endokarditis

3.BRONCHOPNEMONI
Abses paru
Effusi pleura
Empiema
Gagal nafas
Perikarditis
Meningitis
Atelektasis

V.GAMBARAN KLINIK
1.ASD
Pertumbuhan dan perkembangan biasa seperti tidak ada kelainan
Pada pirau kiri ke kanan sangat deras
Pada stres : cepat lelah, mengeluh dispnea, sering mendapat infeksi saluran pernafasan.
Pada palpasi : terdapat elainan ventrikel kanan hiperdinamik di parasternal kiri.
Pada auskultasi, photo thorak, EKG : jelas terlihat ada kelainan.
Ekhokardiografi : pasti ada kelainan jantung.

2.VSD (ventrikel septal defek)
Pertumbuhan terhambat
Diameter dada bertambah terlihat adanya benjolan dada kiri
Pada palpasi dan auskultasi : adanya VSD besar :
Tekanan vena pulmonalis meningkat
Penutupan katub pulmonal teraba jelas pada sela iga 3 kiri dekat sternum
Kemungkinan teraba getaran bising pada dada
Adanya tanda-tanda gagal jantung : sesak, terdapat murmur, distensi vena jugularis, udema tungkai, hepatomagali.
Diaphoresis
Tidak mau makan
Tachipnea

3.KOARTASIO AORTA
Pada bayi dapat terjadi gagal jantung
Umumnya tidak ada keluhan, biasanya ditemukan secara kebetulan
Palpasi : raba arteri radialis dan femoralis secra bersamaan
Pada arteri radialis lebih kuat
Pada arteri femoralis teraba lebih lemah
Auskultasi :
Terdengar bisng koartasio pada punggung yang merupakan bising obtruksi
Jika lumen aorta sangat menyempit terdengar bising kontinue pada aorta.

4.BRONCHO PNEMONI
Biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratoris beberapa hari.
Suhu tubuh naik mendadak sampai 390 – 400 c.
Kadang disertai kejang
Anak gelisah, dispnea, nafas cepat dan dangkal, pernafasan cuping hidung.
Auskultasi : terdengar ronchi
Perkusi : untuk bronchopnemoni konfluens, ada keredupan.

VI.PENATALAKSANAAN
1.ASD (Artrial Septum Defek) :
ASD kecil (diameter < 5 mm) karena tidak menyebabkan gangguan hemodinamik dan bahaya endokarditis infeksi, tidak perlu dilakukan operasi.
ASD besar (diameter > 5 mm s/d beberapa centimeter), perlu tindaklan pembedahan dianjurkan < 6 tahun, karena dapat menyebabkan hipertensi pulmonal (walaupun lambat)
Pembedahan : menutup defek dengan kateterisasi jantung
2.VSD (venrikel septal defek ) :
Pembedahan yang dilakukan untuk memperpanjang umur harapan hidup, dilakukan pada umur muda, yaitu dengan 2 cara :
Pembedahan : menutup defek dengan dijahit melalui cardiopulmonal bypass
Non pembedahan : menutup defek dengan alat melalui kateterisasi jantung

3.KOARTATIO AORTA :
Pembedahan yang dilakukan untuk mencegah obtruksi pembuluh aorta dengan dilakukan pelebaran arteri subklavia dan pangkalduktus arterious battoli yaitu dengan “ Open Heart”

4.BRONCHO PNEMONI
Obat-obatan : antibiotik, ekspektoran, antipiretik, analgesik.
Terapi oksigen dan melalui aerosol
Fisioterapi nafas dan postural drainage

VII.PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
Asuhan keperawatan yang dilakukan ditujukan pada beberapa masalah yang sering timbul dari kelainan jantung bawaan dan broncho pnemoni
1.Bahaya terjadinya gagal jantung
2.Resiko tinggi gagal nafas
3.resiko tinggi terjadi infeksi
4.kebutuhan nutrisi
5.gangguan rasa aman dan nyaman
6.pengetahuan orang tua mengenai penyakit

Baca Selengkapnya...

Infeksi pada mata

A.KERATITIS
1.PENGERTIAN
Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. .

2.KLASIFIKASI KERATITIS BERDASARKAN ETIOLOGI
a.KERATITIS MIKROBIAL
Keratitis ini diakibatkan oleh berbagai organisme bakteri,virus, jamur, atau parasit, abrasi sedikitpun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Kebanyakan infeksi kornea terjdi akibat trauma atau gangguan mekanisme pertahanan sistemis ataupun lokal.
keratitis bakterial
keratitis akibat dari infeksi stafilokokkus, berbentuk seperti keratitis pungtata, terutama dibagian bawah kornea
keratitis viral
keratitis dendritik herpetik
keratitis dendritik yang disebabkan virus herpes simpleks akan memberi gambaran spesifik berupa infiltrat pada kornea dengan bentuk seperti ranting pohon yang bercabang – cabang dengan memberikan uji fluoresin positif nyata pada tempat percabanagn.
Keratitits herpes zooster
Merupakan manifestasi klinis dari infeksi virus herpes zooster pada cabang saraf trigeminus, termasuk puncak hidung dan demikian pula kornea atau konjungtiva.
Keratitis pungtata epitelial
Keratitits dengan infiltrat halus pada kornea, selain disebabkan oleh virus keratitits pungtata juga disebabakan oleh obat seperti neomicin dan gentamisin.
Keratitits disiformis
merupakan keratitits dengan bentuk seperti cakram didalam stroma permukaan kornea, keratitis ini disebabkan oleh infeksi atau sesudah infeksi virus herpes simpleks

b.KERATITIS PEMAJANAN
Infeksi ini terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. Pemajanan kornea dapat diebabakan oleh karena keadaan eksoptalmus, paresis saraf kranial VII tetapi juga dapat terjadi pada pasien koma atau yang dianastesi.
Keratitis lagoftalmos
Terjadi akibat mata tidak menutup sempurna yang dapat terjadi pada ektropion palpebra, protrusio bola mata atau pada penderita koma dimana mata tidak terdapat reflek mengedip.
Keratitis neuroparalitik
Terjadi akibat gangguan pada saraf trigeminus yang mengakibatkan gangguan sensibilitas dan metabolisme kornea
Keratokonjungtivitis sika
Terjadi akibat kekeringan pada bagian permukaan kornea.
3.TANDA DAN GEJALA.
Manifestasi yang menyertai pada penderita keratitis adalah :
Inflamasi bola mata yang jelas
Terasa ada benda asing di mata
Cairan mukopurulen dengan kelopak mata salingmelekat satu sama lain
Rasa silau dimata


B.KONJUGTIVITIS

1.PENGERTIAN
Konjugtivitis adalaah inflamasi konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. Konjungtiva dan kornea merupakan bagian mata yang mudah berhubungan dengan dunia luar

2.ETIOLOGI
Peradangan konjugtiva diakibatkan oleh bakteri dan virus dan dapat pula disebabkan oleh asap, angin dan alergi
Klasifikasi konjungtivitis berdasarkan penyebabnya.
a.Konjungtivitis akut
Merupakan radang konjungtiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata. Disebabkan oleh gonococcus virus, clamidia, alergi,toksik atau moluskum kontagiosum.
Manifestasi yang muncul adalah hiperemi pada kongjungtiva, lakrimasi, eksudat dengan sekret yang lebih nyata dipagi hari, pseudoptosis akibat kelopak mata membengkak, mata seperti ada benda asing.

Konjungtivitis bakterial akut
Konjungtivitis bakterial akut merupakan bentuk konjungtivitis murni dan biasanya disebabkan oleh staphilococcus, streptococuss pnemonie, gonococcus, haemofiluss influenza, dan pseudomonas

Konjungtivitis blenore
Blenore neonaturum merupakan konjungtivitis pada bayi yang baru lahir. Penyebabnya adalah gonococ, clamidia dan stapilococcus
Konjungtivitis gonore
Radang konjungtiva akut yang disertai dengan sekret purulen. Pada neonatus infeksi ini terjadi pada saat berada dijalan lahir. Pada orang dewasa penyakit ini didapatkan dari penularan penyakit kelamin pada kontak dengan penderita uretritis atau gonore
Manifestasi klinis yang muncul pada bayi baru lahir adanya sekret kuning kental, pada orang dewasa terdapat perasan sakit pada mata yang dapat disertai dengan tanda – tanda infeksi umum.

Konjungtiva difteri
Radang konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri difteri memberikan gambaran khusus berupa terbentuknya membran pada konjungtiva

Konjungtivitis angular

Peradangan konjungtiva yang terutama didapatkan didaerah kantus interpalpebra disertai ekskoriasi kulit disekitar daerah peradangan, kongjungtivitis ini disebabkan oleh basil moraxella axenfeld.

Konjungtivitis mukopurulen
Kongjungtivitis ini disebabkan oleh staphylococcus, pneumococus, haemophylus aegepty. Gejala yang muncul adalah terdapatnya hiperemia konjungtiva dengan sekret berlendir yang mengakibatkan kedua kelopak mata lengket, pasien merasa seperti kelilipan, adanya gambaran pelangi ( halo).

Blefarokonjungtivitis

Radang kelopak dan konjungtiva ini disebabkan oleh staphilococcus dengan keluhan utama gatal pada mata disertai terbentuknya krusta pada tepi kelopak


b.Konjungtivitis viral akut

Biasanya disebabkan oleh adenovirus atau suatu infeksi herpes simpleks. Infeksi ini biasanya terjadi bersama – sama dengan infeksi saluran pernafasan atas. Infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya setelah 3 minggu.
Keratokonjungtivitis epidemik
Radang yang berjalan akut, disebabkan oleh adenovirus tipe 3,7,8 dan 19. konjuntivitis ini bisa timbul sebagai suatu epidemi. Penularan bisa melalui kolam renang selain dari pada wabah. Gejala klinis berupa demam dengan mata seperti kelilipan, mata berair berat

Demam faringokonjungtiva

Kongjungtivitis demam faringokonjungtiva disebabkan infeksi virus. Kelainan ini akan memberikan gejala demam, faringitis, sekret berair dan sedikit, yang mengenai satu atau kedua mata. Biasanya disebabkan adenovirus tipe 2,4 dan 7 terutama mengenai remaja, yang disebarkan melalui sekret atau kolam renang.
Konjungtivitis herpetik
Konjungtivitis herpetik biasanya ditemukan pada anak dibawah usia 2 tahun yang disertai ginggivostomatitis, disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Kongjungtivitis new castle

Konjungtivitis new castle merupakan bentuk konjungtivitis yang ditemukan pada peternak unggas, yang disebabkan oileh virus new castle. Gejala awal tibul perasaan adanya benda asing, silau dan berai pada mata, kelopak mata membengkak


c.Konjungtivitis jamur
Infeksi jamur jarang terjadi, sedangkan 50% infeksi jamur yang terjadi tidak memperlihatkan gejala. Jamur yang dapat memberikan infeksi pada konjungtivitis jamur adalah candida albicans dan actinomyces.


d.Konjungtivitis alergik
Konjungtivitis alergik merupakan bentuk radang konjungtiva akibat reaksi alergi terhadap noninfeksi biasanya disebabkan oleh reaksi terhadap obat atau bahan toksik

e.Konjungtivitis kronis
Trakoma
Trakoma merupakan konjungtivitis folikular kronis yang disebabkan oleh chlamidia trachomatis, pasien akan mengalami gejala gatal pada mata, berair dan fotofobia

3.TANDA DAN GEJALA
Secara umum pasien yang mengalami tanda dan gejala sebagai berikut ;
Mata merah, bengkak, sakit, panas, gatal dan seperti kelilipan
Bila infeksi bakteri maka akan terdapat rasa lengket, serta mukopurulen
Bila infeksi karena virus maka akan bersifat sangat mudah menular apalagi pada mata sebelahnya..


C.UVEITIS

1.PENGERTIAN

Uveitis adalah inflamasi salah satu struktur traktus uvea, karena traktus uvea mengandung banyak pembuluh darah yang membeikan nutrisi pada mata dan karena membatasi bagian mata yang lain, maka inflamasi lapisan ini dapat mengancam penglihatan.

2.ETIOLOGI

Alergen, bakteri, jamur, virus, bahan kimia, trauma

3.KLASIFIKASI UVEITIS
a.UVEITIS ANTERIOR
Infeksi ini terjadi pada iris atau badan silier, dapat pula terjadi besama yang disebut iridosiklitis.penyakit ini memberikan gejala yang sangat khas yaitu berlangsung selama 2 – 4 minggu, kadang menunjukan gejala kekambuhan atau menjadi menahun yang akibatnya bisa mengalami kebutaan.
b.UVEITIS POSTERIOR
Infeksi terjadi pada khoroid atau retina
4.TANDA DAN GEJALA
Pasien akan mengalami nyeri, fotofobia, pandangan kabur, dan mata merah

D.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.Uji fluoresein
Untuk mengetahui adanya kerusakan pada epitelkornea akibat erosi, keratitis epitelial, bila terjadi defek epitel kornea akan terlihat warna hijau pada defek tersebut
2.Uji sensibilitas kornea
Untuk mengetahui keadaan sensibilitas kornea yang berkaitan dengan penyakit mata akibat kelainan saraf trigeminus oleh herpes zooster ataupun akibat gangguan ujung saraf sensibel kornea oleh infeksi herpes simpleks
3.Uji fistel
Untuk melihat kebocorankornea atau fistel akibat adanya perforasi kornea
4.Uji biakan dan sensitivitas
Mengidentifikasi patogen penyebab
5.Uji plasido
Untuk mengetahui kelainan pada permukaan kornea

E.PENATALAKSANAAN
Pada pasien dengan infeksi kornea berat dirawat untuk pemberian tetes antimikroba seperti gentamisin 5mg/ml, tobramisin15mg/ml, atau sefuroksim 50 mg/ml setiap 30 menit sekali dan pemeriksaan berkala,untuk keratitis yang disebabakan oleh virus herpes simpleks pasien perlu diberikan virustatika seperti IDU trifluorotimidin dan acyclovir sedangkan untuk keratitis akibat herpes zooster pasien diberikan obat simptomatis saja seperti analgetika, vitamin dan antibiotika topikal. Selain itu tameng mata ( patch ) dan lensa kontak perlu dilepas dahulu sampi infeksi terkontrol, karena akan memperkuat pertumbuhan mikroba.
Sedangkan pasien dengan konjungtivitis biasanya hilang sendiri tapi tergantung dengan jenis penyebabnya. Penatalaksanaan pasien dengan kongjungtivitis bakteri sebelum terdapat pemerikaan mikrobiologi, klien dapat diberikan antibiotik unggal spektrum luas sepertigentamisin, kloramfenikol, polimiksin. Untuk konjungtivitis gonore, pasien dirawat dengan diberi penisillin salep dn suntikan untuk bayi dosisnya 50.000 unit/kg BB selama 7 hari. Sekret dibersihkan engan kapas yang dibasahi air rebus bersih atau garam fisiologis setiap 15 menit dan diberi salep penisillin. Selain itu pasien harus diajari bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau orang lain, menanjurkan untuk tidak menggosok mata yang sakit kemudian mata yang sehat, menganjurkan untuk mencuci tangan setipa memegng mata yang sakit, menggunakan handuk, lap dan sapu tangan yang terpiah. Untuk konjungtivitis viral, penatalaksanaan bersifat simptomatik dan antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder, untuk konjungtivitis herpetik diberikan antivirus asiklovir 400mg/hari selama 5 hari.sedangkan untuk konjungtivitis alergi biasanya akan sembuh sendiri, pengobatan ditujukan untuk menghindarkan penyebab dan menghilangkan gejala, sedangkan konjungtivitis sika diberikan air mata buatan.
Penatalaksanaan untuk uveitis, terapi perlu segera dilakukan untuk mencegah kebutaan, diberikan steroid tetes mata pada siang hari dan salep pada malam hari
Baca Selengkapnya...