Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

Pengantar untuk terapi ARV

Infeksi Human Immuno Deficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV dan AIDS) dalam 4 tahun terakhir semakin nyata menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dan telah mengalami perubahan dari epidemi rendah menjadi epidemi terkonsentrasi. Hasil survei pada subpopulasi tertentu menunjukkan prevalensi HIV di beberapa propinsi telah melebihi 5% secara konsisten. Berdasarkan hasil estimasi oleh Departemen Kesehatan (Depkes) pada tahun 2006 diperkirakan terdapat 169.000 -216.000 orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia.

Pada era sebelumnya upaya penanggulangan HIV dan AIDS diprioritaskan pada upaya pencegahan. Dengan semakin meningkatnya pengidap HIV dan kasus AIDS yang memerlukan terapi antiretroviral (ARV), maka strategi penanggulangan HIV dan AIDS dilaksanakan dengan memadukan  upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.  Dalam memberikan kontribusi 3 by 5 initiative global yang dicanangkan oleh World Health Organization (WHO) di UNAIDS, Indonesia secara nasional telah memulai terapi antiretroviral (terapi ARV) pada tahun 2004. 

Penemuan obat antiretroviral pada tahun 1996 mendorong suatu revolusi dalam perawatan ODHA di negara maju. Meskipun belum mampu menyembuhkan penyakit dan menambah tantangan dalam hal efek samping serta resistensi kronis terhadap obat, namun secara dramatis menunjukkan penurunan angka kematian dan kesakitan, peningkatan kualitas hidup ODHA, dan meningkatkan harapan masyarakat, sehingga pada saat ini HIV dan AIDS telah diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan dan tidak lagi dianggap sebagai penyakit yang menakutkan.
Di Indonesia sejak tahun 1999 telah terjadi peningkatan  jumlah ODHA pada subpopulasi tertentu di beberapa provinsi yang memang mempunyai prevalensi  HIV cukup tinggi. Peningkatan ini terjadi pada kelompok orang berperilaku risiko tinggi tertular HIV yaitu para penjaja seks komersial dan penyalah-guna NAPZA suntikan. Di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Riau, Bali, Jabar dan Jawa Timur telah tergolong sebagai daerah dengan tingkat epidemi terkonsentrasi (concentrated level of epidemic). Sedang tanah Papua sudah memasuki tingkat epidemi meluas (generalized epidemic). Hasil estimasi tahun 2006, di Indonesia terdapat 193.000 orang dengan HIV positif.
 

A.     Tujuan Pedoman Terapi ARV

1         Menyediakan standar terapi ARV sebagai bagian dari perawatan HIV dan AIDS yang paripurna (comprehensive);
2         Menyediakan rujukan bagi para dokter dan pemberi layanan kesehatan lain yang merawat pasien HIV dan AIDS, juga bagi pengelola program AIDS dan perencana kesehatan yang terlibat dalam program perawatan dan pengobatan HIV nasional.

B.     Sasaran Pengguna Pedoman Terapi ARV

Pedoman Terapi Antiretroviral ditujukan kepada:
1. Para dokter dan petugas kesehatan terkait.
      2. Pengelola program AIDS nasional dan perencana kesehatan lain yang terlibat dalam program perawatan dan pengobatan HIV sebagai rujukan untuk pedoman pengobatan nasional