Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

Saat Memulai Terapi ARV pada Dewasa dan Remaja

A.     Tidak tersedia tes CD4

Dalam hal tidak tersedia tes CD4, semua pasien dengan stadium 3 dan 4 harus memulai terapi ARV. Pasien dengan stadium klinis 1 dan 2 harus dipantau secara seksama, setidaknya setiap 3 bulan sekali untuk pemeriksaan medis lengkap atau jika timbul gejala atau tanda klinis yang baru.

B.     Tersedia tes CD4

Mengacu kepada Pedoman WHO tahun 2006: Antiretroviral Therapy For Hiv Infection In Adults And Adolescents In Resource-Limited Settings: Towards Universal Access Recommendations For A Public Health Approach saat yang paling tepat untuk memulai terapi ARV adalah sebelum pasien jatuh sakit atau munculnya IO yang pertama. Perkembangan penyakit akan lebih cepat apabila terapi ARV dimulai pada saat CD4 < 200/mm³ dibandingkan bila terapi dimulai pada CD4 di atas jumlah tersebut. Apabila tersedia sarana tes CD4 maka terapi ARV sebaiknya dimulai sebelum CD4 kurang dari 200/mm³. Waktu yang paling optimum untuk memulai terapi ARV pada tingkat CD4 antara 200-350/mm³ masih belum diketahui, dan pasien dengan jumlah CD4 tersebut perlu pemantauan teratur  secara klinis maupun imunologis.
Terapi ARV dianjurkan pada pasien dengan TB paru atau infeksi bakterial berat dan CD4 < 350/mm³. Juga pada ibu hamil stadium klinis manapun dengan CD4 < 350 /mm³.
Keputusan untuk memulai terapi ARV pada ODHA dewasa dan remaja didasarkan pada pemeriksaan klinis dan imunologis. Namun pada keadaan tertentu maka penilaian klinis saja dapat memandu keputusan memulai terapi ARV. Mengukur kadar virus dalam darah (viral load) tidak dianjurkan sebagai pemandu keputusan memulai terapi.
Proses memulai terapi ARV meliputi penilaian terhadap kesiapan pasien untuk memulai terapi ARV dan pemahaman tentang tanggung jawab selanjutnya (terapi seumur hidup, kepatuhan, toksisitas). Jangkauan pada dukungan gizi dan psikososial, dukungan keluarga atau sebaya merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika membuat keputusan untuk memulai terapi ARV.

 
Stadium Klinis
Bila tersedia pemeriksaan CD4
Bila tidak  tersedia pemeriksaan CD4
1
Terapi antiretroviral dimulai bila CD4 < 200/mm³
Terapi ARV tidak diberikan
2
Bila jumlah total limfosit <1200 span="span">
3
Jumlah CD4 200 – 350/mm³, pertimbangkan terapi sebelum CD4 <200 mm="mm" span="span">³
Pada kehamilan atau TB:
·       Mulai terapi ARV pada semua ibu hamil denagn CD4 <350 mm="mm" span="span">³
·       Mulai terapi ARV pada semua ODHA dengan CD4 <350 mm="mm" span="span">³ dengan TB paru atau infeksi bakterial berat
Terapi ARV dimulai tanpa memandang jumlah limfosit total

4
Terapi ARV dimulai tanpa memandang jumlah CD4
Keterangan:
a    CD4 dianjurkan digunakan untuk membantu menentukan mulainya terapi. Contoh, TB paru dapat muncul kapan saja pada nilai CD4 berapapun dan kondisi lain yang menyerupai penyakit yang bukan disebabkan oleh HIV (misal, diare kronis, demam berkepanjangan).
b    Nilai yang tepat dari CD4 di atas 200/mm³ di mana terapi ARV harus dimulai belum dapat ditentukan.
c    Jumlah limfosit total ≤1200/mm³ dapat dipakai sebagai pengganti bila pemeriksaan CD4 tidak dapat dilaksanakan dan terdapat gejala yang berkaitan dengan HIV (Stadium 2 atau 3). Hal ini tidak dapat dimanfaatkan pada ODHA asimtomatik. Maka, bila tidak ada pemeriksaan CD4, ODHA asimtomatik (Stadium 1 ) tidak boleh diterapi karena pada saat ini belum ada metode lain yang terpercaya di daerah dengan sumberdaya terbatas.

Mengingat ARV adalah suatu ‘living medicine’, dalam perkembangannya, WHO mengeluarkan anjuran untuk dapat memulai pemberian ARV saat CD4<350 mm="mm" span="span">³ dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah mengadopsi kebijakan pemberian ARV dapat dimulai pada pasien dengan CD4<350 mm="mm" span="span">³ pada tahun 2009, tanpa melihat stadium klinik pasien.
 

Memulai Terapi ARV pada Keadaan IO yang Aktif

Jangan memulai terapi ARV bila masih terdapat IO yang aktif. Pada dasarnya IO harus diobati terlebih atau diredakan dahulu, kecuali MAC, di mana terapi ARV merupakan pilihan yang lebih baik, terutama apabila terapi spesifik untuk MAC tidak tersedia. Keadaan lain yang mungkin akan membaik ketika dimulai terapi ARV adalah kandidosis dan kriptosporidiosis.
IO dan penyakit terkait HIV lainnya yang perlu pengobatan atau diredakan sebelum terapi ARV dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.


SUMBER
Pedoman Nasional terapi ARV Edisi kedua 2009

Baca lagi mengenai HIV disini