Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

Johor Bahru With Kids: Itinerary & Budget


The Precils (dan ortunya) fans berat Lego. Begitu tahu Legoland Theme Park Malaysia (pertama di Asia) buka di Johor Bahru, saya langsung memasukkan 'jalan-jalan ke Legoland' ke bucket list, sembari mengincar tiket murah dari Surabaya ke Johor Bahru tentunya.

Dari Surabaya, sementara ini hanya Air Asia yang punya rute langsung ke Johor Bahru. April tahun lalu (2013) saat ada Sale, saya berhasil dapat tiket 0 rupiah pp untuk penerbangan Februari 2014. Tiket Rp 0 bukan berarti kita nggak bayar sama sekali ya. Penumpang masih harus membayar pajak dan fuel surcharge. Alhasil, total harga tiket SUB - JHB pp per orang Rp 400.000. Itu baru tiket saja, belum termasuk bagasi, pilih kursi atau beli makan. Tapi kami nggak beli bagasi karena cuma pergi akhir pekan saja. Rencana awalnya, kami berangkat ke Johor Bahru Jumat pagi jam 10.30, sampai sana jam 2 siang. Pulangnya Minggu siang jam 2.30, sampai di Surabaya lagi jam 4 sore. Penerbangan dari Surabaya ke Johor Bahru perlu waktu dua setengah jam, sementara perbedaan waktunya, Johor Bahru satu jam lebih awal daripada waktu Surabaya (WIB).

Tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi di Johor Bahru, kota di Malaysia yang paling dekat dengan Singapura ini. Tiga atraksi wisata andalannya:  

1. Legoland Theme Park,  
2. Puteri Harbour Family Theme Park (Hello Kitty Town) dan  
3. Johor Premium Outlet (JPO) untuk yang doyan belanja. 

Satu akhir pekan cukup untuk menjelajahi ketiganya. Saya yang tidak begitu doyan belanja, tidak memasukkan JPO dalam itinerary. Yang memang ngincer jalan-jalan ke JPO, coba intip blog Tesya yang pernah (window) shopping ke sana.

Karena sudah dapat tiket pesawat yang murah banget, saya pengennya cari hotel yang lumayan bagus. Incaran saya adalah Legoland Hotel yang persis di sebelah theme park dan Traders Hotel Puteri Harbour, persis di sebelah Hello Kitty town. Lumayan kan, bisa menghemat ongkos taksi dan hemat waktu. Tapi Si Ayah sebagai penyandang dana tidak setuju :p Akhirnya saya mengalah dan memilih menginap dua malam di Tune Hotel Danga Bay, pesan family room yang muat dua dewasa dan dua anak-anak. Berikut budget awal yang saya buat untuk Johor Bahru Trip dengan anak-anak.


BUDGET
MYR
IDR
Air Asia SUB – JHB pp 4 pax (inc. seat + meal)

1.889.200
Airport tax, 4x Rp 150.000

   600.000
Shuttle Senai airport – Tune hotel, 3x RM 8
      24

Tune hotel Danga Bay, family room, 2 nights RM 389,76

1.492.001
Taksi Tunes ke Hello Kitty pp
      80

Tiket Hello Kitty, 4x RM 75
    300

Hello Kitty souvenir
      30

Dinner Day 1
      50

Breakfast Day 2, 4x RM 12
      48

Shuttle Tune hotel – Legoland pp 4x RM 15
      60

Tiket Legoland Combo 3 adults + 1 child RM 532

2.036.875
Lunch Day 2
     75

Lego souvenir
     75

Dinner Day 2
     50

Breakfast Day 3, 4x RM 12
     48

Shuttle Tune hotel – Senai airport, 3x RM 8
     24

Parkir inap Juanda airport

     50.000



Sub Total
   865
6.068.076
TOTAL
IDR 9.278.956

Seperti biasa, booking saya lakukan online melalui website masing-masing: Air Asia, Tune Hotel Danga Bay, dan Legoland Malaysia. Tiket Hello Kitty belum saya beli karena harga online sama saja dengan beli langsung. Rencananya, dari Senai airport Jumat siang, kami langsung ke Tune hotel dengan shuttle mereka, cek in, lalu naik taksi ke Puteri Harbour dan main-main di Hello Kitty Town sampai tutup jam 6 sore. Hari Sabtunya kami akan naik shuttle dari Tune hotel ke Legoland, dan akan seharian bermain di theme park dan waterpark-nya. Hari Minggu kami cuma akan istirahat di hotel sampai cek out dan kembali ke Surabaya jam 2.30 siang. Tapi, siapa tahu Si Ayah berhasil dibujuk mampir ke JPO ;) 

Malam Jumat, semua urusan sudah beres, koper dan ransel sudah dipak.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Saya bangun pagi mendapati hujan abu tipis menyelimuti halaman belakang kami. Pada hari H tersebut, Gunung Kelud meletus, abunya sampai ke Jogja, Solo, Malang dan tentu saja Surabaya. Pagi itu saya was-was dan mencari-cari berita tentang penerbangan kami. Melihat langit yang sangat kelabu dan hujan abu yang tidak berhenti, kami tetap bertahan di rumah, tidak pergi ke bandara. Setengah jam sebelum jadwal penerbangan, kami baru tahu kalau penerbangan dibatalkan dan bandara Juanda ditutup. Liburan gagal total!

Saya kecewa nggak jadi berlibur. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukan, emangnya mau marah sama Tuhan? Precils kembali bermain (sekolah ditutup), Si Ayah malah berangkat kerja (nggak jadi cuti) dan saya ngejar-ngejar Air Asia agar dapat refund :) Alhamdulillah uang tiket saya kembali utuh dalam bentuk credit shell, seminggu kemudian. Booking Tune hotel bisa di-cancel dengan membayar denda RM 30. Tiket Legoland, sesuai T&C, hangus.

Saya menghubungi manajemen Legoland untuk meminta sponsorship. Mereka bersedia memberi free night di Legoland hotel dan tiket combo untuk keluarga. Whoa! *sujud syukur* Saya langsung semangat cari-cari lagi jadwal yang pas (maksudnya yang harga pesawatnya pas murah). Akhirnya saya dapat tiket pesawat murah dari Tiger Air, tapi mendarat di Changi airport, Singapore. Dari Changi kami akan naik free shuttle bus sampai JB Sentral, kemudian lanjut naik taksi ke Legoland. Penerbangan dari Surabaya jam 10 malam, sampai di Changi jam 1 dini hari. Rencananya kami akan nginep di emperan Changi :D Karena berangkat Jumat malam, Precils dan Si Ayah nggak perlu bolos cuti sekolah. 

Yang saya sebel, tidak ada tiket murah untuk pulangnya. Terpaksa saya beli tiket Air Asia dari Senai airport, Johor Bahru dengan harga penuh, full price. Sebagian memang dibayar dari credit shell pengembalian tiket saya sebelumnya, tapi tetap aja, nggak tega rasanya bayar tiket harga segitu, hiks. Karena waktu mepet, kami hanya sempat ke Legoland Theme Park. Sorry, Hello Kitty, maybe next time :| Tapi kami punya pengalaman seru banget nginep di hotel Lego. Keluarga Precils diberi Pirate Room, kamar bertema bajak laut. Kami saya juga ketagihan berdisko di lift hotel. Little A sampai menangis nggak mau pulang. 

Dalam perjalanan pulang dari Legoland menuju Senai airport, kami melewati JPO. Pak sopir taksi yang kami tumpangi cerita kalau dia pernah mengantar tamu dari Indon Indonesia yang meminta mereka mampir di JPO. Tidak untuk belanja, hanya untuk foto-foto di depannya untuk diunggah di facebook. Ahaha, bisa ditiru tuh triknya :p

Berikut ini pengeluaran liburan kami ke Johor Bahru, dua dewasa dua anak, dua hari satu malam. 
Note: nginep di emperan bandara Changi gratis ^_^


PENGELUARAN
MYR
IDR
Tiger Air SUB – SIN 4 pax

1.337.000
Airport Tax 4x Rp 150.000

    600.000
Breakfast Mc D Changi Airport SGD 23

    217.000
Bus TS1 Changi Airport to JB Sentral - free transfer

                0
Air mineral + permen
      6

Taksi JB Sentral - Legoland
    35

Legoland Hotel 1 night - sponsored
      0

Tiket Legoland combo family – 1 day pass - sponsored
      0

Lunch (free voucher RM 50 – sponsored)
    22,50

Air mineral
      3

Sewa loker Legoland waterpark
    20

Lego souvenir
    59,95

Dinner at Mall of Medini
    50

Buffet breakfast at Bricks family restaurant - sponsored
      0

Taksi Legoland  - Senai airport
    90

Air Asia JHB – SUB 4 pax RM 952,87
 
 3.537.098
Lunch Air Asia

      95.000
Parkir inap  T2 Juanda airport

      60.000



Sub Total
286,45
5.846.098
TOTAL
IDR 6.909.400

Tunggu cerita selanjutnya ya.

~ The Emak
 

Catatan:
Kurs Maret 2014
SGD 1 = IDR 9434
MYR 1 = IDR 3712

Baca juga:
Ke Legoland Malaysia: Via Changi Atau Senai? 
Review Hotel Legoland
Legoland Themepark & Waterpark, Asyiknya Dobel!
Galeri: Foto-foto Miniatur dari Lego  
Baca Selengkapnya...

Tip Membawa Bayi Naik Air Asia


Dila bersama Baby K di dalam pesawat Air Asia

Guest post by The Tante*

Rencana terbang bareng Baby K sudah ada sebelum doi lahir. Niatnya kami mau mengunjungi rumah Oma Opanya di Malaysia, tepatnya di Negeri Perlis, Malaysia bagian utara yang berbatasan dengan Thailand. Dengan gegap gempita saya pun cari tiket murah AirAsia-idolaku jauh-jauh hari dengan rute Jogja-Kuala Lumpur-Alor Setar. Waktu itu lumayan dapat murah deh, Jogja-Kuala Lumpur sekitar 300ribu, trus Kuala Lumpur-Alor Setar cuma sekitar 90ribu. Aha! Saya pun mulai klak klik klak klik itu form booking. Trus pas bagian baby K, data yang diperlukan sama kok, cukup nama dan tanggal lahir. Setelah saya isi, tiba-tiba muncul keterangan: Invalid! Your baby have a future birthdate. Hakakaka, baru sadar saya Baby K belum punya tanggal lahir, alias waktu itu saya karang sendiri pakai hari perkiraan lahir, kekeke. Yaah, gagal deh booking tiket murah. Eh belakangan saya baru tahu, ternyata bisa booking dulu buat ortunya, lalu booking untuk baby-nya bisa ditambahkan di manage booking, seperti kalau kita mau nambah beli makanan di pesawat. Huhuhu, ndeso banget saya nggak tahu -_-“.  Akhirnya kami  beli tiket agak mepet waktu berangkat, saat itu Baby K berusia 2 bulan. Untung harganya tetep sama, hahaha, rejeki emang nggak kemana ya cyinski ;).


Menu 'tambah bayi' di halaman profil -> manage my booking
Biasanya, kami melakukan web check in sebelum berangkat agar hemat waktu dan biaya. Beberapa bandara biasanya nambah ongkos untuk cek in di counter. Tapi, ternyata kalau kita bawa baby, dilarang web check in. Duh, males kan yah harus cek in di bandara, tapi tetap kami patuhi. Ternyata disuruh cek in di bandara cuma untuk nge-tag stroller pakai tag Air Asia. Setahu kami sih begitu, nggak tahu deh apa alasan sebenarnya nggak boleh web check in, mungkin ada alasan keselamatan atau apa yang harus dicek dulu. Tapi, nyatanya surat keterangan dokter bahwa baby K sehat juga nggak ditanyain, bahkan sampai di dalam pesawat. Jadi, nggak usah khawatir ada larangan bayi terbang atau minimal boleh terbang usia 6 bulan atau apa itu. Sejauh pengalaman saya sih nggak ada aturan begitu, kalau pakai AirAsia-idolaku.

Pengaturan tempat duduk saat membawa baby di AirAsia-idolaku juga nggak ada. Maksudnya enggak terus diistimewain gratis ditempatin di depan sendiri. Kita harus tetap beli kursi hot seat kalau mau depan sendiri biar lebih lega. Tahu sendiri kan ya, meski idolaku, kursi Air Asia itu sempit banget dan bikin leher rasanya mau patah :D. Penting banget untuk bawa bantal leher kalau ingin merasa damai dan tentram di perjalanan. Apalagi dengan adanya pertumbuhan berat badan yang signifikan setelah melahirkan T.T. Berhubung kami keluarga yang hemat pangkal kaya *nyerempet ke pelit* kami nggak beli kursi baik hot seat maupun biasa, kekeke, bodo amat ntar pasrah dapetnya pas cek in.

Alhamdulillah kami dapet jejeran bertiga *yeyeye lalalala*. Dan, ternyata kursi hot seatbanyak yang kosong. Bahkan, kami sempet pindah duduk di kursi hot seat dengan sembarangan waktu menghibur baby K biar nggak bosen. Pramugari juga nggak menegur, bener-bener kayak di angkot ya ;). Jejeran bertiga maksudnya saya terbang bareng suami, Uti-mama saya, dan baby K. Iya, baby nggak dapat seat tapi bayar 150 ribu per sektor. Jadi kalau terbang pakai transit di KUL seperti kami, ongkos bawa babynya 4x 150rb = 600 ribu. Padahal kan aturannya dipangku nggak bayar yah *angkot style*. Begitulah, jadi si baby K itu saya pangku sepanjang perjalanan Jogja-Kuala Lumpur selama 2 jam, lebih tepatnya digendong karena doi belum bisa duduk. Nggak ada sabuk pengaman khusus untuk bayi ya, jadi siap-siap aja deh tuh kalau take off, landing, turbulance pegangin erat-erat tuh baby biar nggak ngglundung :))).

Saking takutnya di pesawat superdingin, saya pun memberikan perlindungan ekstra kepada baby K. Pakai baju tebel, dibungkus bedong, selimut, dan gendongan, pakai topi. Nggak tahunya doi malah protes kepanasan alias kemringet -_-“, agak lebay emang emaknya. Akhirnya ya repot sendiri lepas-lepasin itu baju di kursi AA yang sempit.

Sepanjang perjalanan, saya berusaha nyusuin baby K, terutama pas take off dan landing. Mungkin karena itu juga, jackpot, si baby K pakai acara muntah segala di pesawat! Karena males harus bersih-bersih dan ganti di toilet pesawat yang juga sempit ribet berdiri goyang-goyang, saya ganti aja on the spot di kursi, dibantu Uti. Jadi, itu bayi taruh aja di meja makanan :))). Belakangan, pas perjalanan pulang Kuala Lumpur-Jogja, baby K saya taruh di meja makanan terus. Puegel Cyin gendongin terus sempit-sempitan. Tapi, tetep dijagain yah ;). Eh, tapi baiknya jangan dicontoh sih, cukup bahaya jika tidak terpaksa. Selain muntah, nggak ada masalah berarti buat baby K jagoanku. Doi nggak nangis sama sekali, nggak ngamuk juga, alhamdulillah. Pasti ini karena emaknya yang berprestasi ahaha, err maksudnya Utinya yang juga canggih sih.

Ada resep rahasia kenapa baby K anteng bersahaja *meski muntah sekali -_-“. Jadi, saya beli online earplug for kids, merknya Macks, harganya 65 ribu saja, Gan. Nggak tahu sih apakah memang itu yang bikin doi anteng, tapi saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa sumpelan di kupingnya itu yang membuat doi lebih nyaman, selain karena dekapan hangat emaknya yang berprestasi ;). Lalu, pas take off dan landing baby K saya dekap erat-erat, kupingnya ditutup lagi pakai tangan, siapa tahu earplugcopot-copot, dibantu sama suami yang juara dan setia *penting.

Pas keluar pesawat juga nggak ada perlakuan khusus apapun, tetep antri berbondong-bondong sama penumpang lain yang pada nggak sabaran itu, hihihi. Turun dari pesawat, kami minta lagi stroller yang tadi dititipkan petugas, disimpan di bagasi pesawat, GRATIS ;). Jadi, kami nggak perlu beli bagasi untuk stroller. Cukup titipkan stroller ke petugas yang berjaga di bawah pesawat. Itu stroller nggak masuk ke kabin. Bener-bener idola kan AirAsia ini hehehe. Nah, baru deh pas di pengecekan dokumen di Kuala Lumpur LCCT karena kami bawa baby, kami diistimewain disuruh pakai counter flight attendant. Meski tetep antri, tapi nggak separah antrian di counter biasa.

Untuk rute Kuala Lumpur-Alor Setar, karena domestik jadi lebih simpel. Dan, pas cek in kami tetep disuruh web check in di mesin cek in. Petugasnya bilang, “kalau di counter bayar loh!” tentunya pakai bahasa Melayu yang sudah saya terjemahkan. Stroller juga nggak ditag lagi -_-“. Kayak naik bus. Atas dasar pengalaman inilah, pas perjalanan pulang Alor Setar-Kuala Lumpur-Jogja akhirnya kami web check in, dan tetep bisa tuh lenggang kangkung sampai di Jogja, ehehehe. Kami nekat karena waktu transitnya cukup mepet, takutnya kalau cek in di bandara nggak ngejar.

Kalau ingin menyusui baby saat nunggu boarding, di LCCT ada ruangan menyusui dan ganti popok. Tapi, saya nggak pakai karena udah merasa canggih nyusuin baby K sambil digendong pakai gendongan baik duduk maupun berdiri, ditutupin jilbab. Saya sempat ke ruangan menyusui itu waktu mengganti popok baby K. Ruangannya nggak bagus, sempit, pengap, dan nggak begitu bersih. Daaaaan, saat saya ganti popok baby K, tahu-tahu ada pria India nyelonong masuk ngisi botol air pakai dispenser yang ada di dalam ruangan. Helooow, kalau ada yang lagi nyusuin piyeee? Gendeng juga tuh orang -_-“.

Berangkat dari rumah jam 10 pagi, sampai di rumah Perlis jam 12 malam. Lama ya? Sama aja kayak naik kereta. Habis waktu di persiapan, transit, dan perjalanan dari bandara Alor Setar ke rumah Perlis makan waktu 1 jam. Sangat amat tepar berjamaah! Saya nggak bisa bayangin kalau Utinya Kala nggak ikut. Pasti tobat berjamaah bersama suami saya, huhuhu. Sebagai pengalaman, lain kali kalau bawa baby ke Perlis, mending stay one night dulu deh di Kuala Lumpur.
bersama suami siaga :p
breasfeeding sambil berdiri #akurapopo #wesbiyasa


Tips bawa baby naik Air Asia

1.  Nggak usah rempong bawa-bawa tentengan, agar tangan kita bebas mengurus bayi. Atau kalau terpaksa bawa barang agak banyak, aturlah pembagian tugas sebelum berangkat. Misalnya, ayah bertanggung jawab atas tas dan koper, ibu bertanggungjawab atas bayi, dan seterusnya.

2.  Pilihlah suami yang juara dan bertanggungjawab, langkah ini bisa dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan banget, hehehe. Jadi, acara pergi-pergi dengan baby akan selalu menyenangkan.

3.  Pastikan baby kenyang sebelum menginjakkan kakinya ke dalam pesawat biar nggak ngamuk.

4.  Pakailah bantal leher, sumpah ini penting banget untuk kursi Air Asia.

5.  Bersiaplah dengan earplug baby, terutama di lapangan terbang. Suara mesin pesawat di luar pesawat lebih memekakkan telinga. Jangan lamban bergerak, segeralah masuk pesawat atau masuk ke gedung bandara.

6.  Pastikan ibu pakai baju khusus menyusui, enggak perlu pesan ke desainer mahal, yang murah pun boleh. Ini biar nggak ribet menyusui di lahan sempit.

7.  Lakukanlah simulasi proses perjalanan di dalam otak, bersama suami atau yang menemani terbang, agar kebayang nanti apa yang harus dilakukan.

8.  Jika mampu, pilihlah kelas penerbangan yang lebih baik, ehehehe.

Enjoy your flight!
~ The Tante (@diladol)
* The Tante alias Tante Dila adalah adik The Emak yang baru saja melahirkan anggota terbaru keluarga Precils, baby K. Prestasi baby K: sukses terbang pertama kali ke luar negeri umur 2 bulan, naik pesawat low cost carrier, dengan anteng dan bersahaja :p 
Baby K, Tante Dila dan Suami Juara tinggal di Yogyakarta.

Baca juga:
Pengalaman The Emak Membawa Bayi Naik Garuda
Baca Selengkapnya...

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE

1. DEFINISI

Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara mendadak yang diakibatkan oleh gangguan supalai darah ke bagian otak. (Brunner & Sudarth, 2000)

Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya supalai darah kebagian otak. (Brunner & Sudarth, 2002)

Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak. (Elizabeth J. Corwin, 2002)

Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat berupa defisit neurologis vokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. Semata-mata disebabkan oleh peredaran darah otak non traumatik. (Mansjoer A. Dkk)

Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai awitan mendadak atau berlangsung 24 jam sebagai akibat dari cerebrovaskular desease (CVD) atau penyakit cerebrovaskular. (Hudak and Gallo)

Stroke merupakan manifestasi neurologis yang umum yang timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak. (Depkes RI 1996)

Timbulnya lesi iskemik atau lesi perdarahan didalam pembuluh darah intrakanial. Brenda Walters Holloway

Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral baik lokal maupun menyeluruh. (WHO dikutip Harsono)

Stroke/penyakit serebrovaskuler menunjukan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak. (Marilyn E. Doenges)

Stroke atau serebrovaskuler accident adalah gangguan suplai darah normal ke otak yang sering terjadi dengan tiba-tiba dan menyebabkan fatal neurologik deficit. (Igrativicius, 1995)






1. ETIOLOGI

a. Trombosis

bekuan darah dalam pembuluh darah otak atau leher: Arteriosklerosis serebral.

b. Embolisme serebral

bekuan darah atau material lain yang dibawa ke otak dari bagian tubuh yang lain: endokarditis, penyakit jantung reumatik, infeksi polmonal.

c. Iskemia

penurunan aliran darah ke area otak: Kontriksi ateroma pada arteri.

d. Hemoragi Serebral

Pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan kedalam jaringan otak atau ruang sekitar otak

FAKTOR RESIKO PADA STROKE


1. Tidak dapat dirubah (Non Reversible)

Ø Jenis kelamin : Pria lebih sering ditemukan menderita stroke dibanding wanita.

Ø Usia : Makin tinggi usia makin tinggi pula resiko terkena stroke.

Ø Keturunan : Adanya riwayat keluarga yang terkena stroke


2. Dapat dirubah (Reversible)

Ø Hipertensi

Ø Penyakit jantung

Ø Kolesterol Tinggi

Ø Obesitas

Ø Diabetes Melitus

Ø Polistemia

Ø Stress Emosional


3. Kebiasaan Hidup

Ø Merokok,

Ø Peminum Alkohol,

Ø obat-obatan terlarang.

Ø Aktivitas yang tidak sehat: Kurang olahraga, makanan berkolesterol.


KLASIFIKASI STROKE

Berdasarkan Klinik

1. Stroke Hemoragik (SH)

Stroke yang terjadi karena perdarahan Sub arachnoid, mungkin disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah tertentu, biasanya terjadi saat pasien melakukan aktivitas atau saat aktif. Namun bisa juga terjadi saat istirahat, kesadaran pasien umumnya menurun.

2. Stroke Non Hemoragik (SNH)


Dapat berupa iskemia, emboli dan trombosis serebral, biasanya terjadi setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau dipagi hari. Tidak terjadi iskemi yang menyebabkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder, kesadaran pasien umumnya baik.





Gambar 1. Stroke Non Hemoragik

Berdasarkan Perjalanan Penyakit

1. Trancient Iskemik Attack (TIA) atau serangan iskemik sepintas

Merupakan gangguan neurologis fokal yang timbul mendadak dan hilang dalam beberapa menit (durasi rata-rata 10 menit) sampai beberapa jam (24 jam)

2. Stroke Involution atau Progresif

Adalah perjalanan penyakit stroke berlangsung perlahan meskipun akut. Munculnya gejala makin bertambah buruk, proses progresif beberapa jam sampai beberapa hari.

3. Stroke Complete

Gangguan neurologis yang timbul sudah menetap atau permanen, maksimal sejak awal serangan dan sedikit memperlihatkan parbaikan dapat didahului dengan TIA yang berulang.
Baca Selengkapnya...

Kartupos dari Washington DC

Bayangan gedung US Capitol (DPR Amerika) di genangan air yang membeku
Hari ini aku menjelajahi museum Natural History dan galeri seni. Keduanya di satu kompleks, sekitar 30 menit jalan kaki dari hotel. Sebenarnya agak malas jalan, karena dingin dan hujan. Tapi sudah jauh-jauh sampai Washington, masa nggak jalan-jalan dan motret? Besok sudah terbang pulang ke iklim tropis. Lagi pula, jalurnya melewati White House, jadi sekalian mampir untuk numpang narsis di depan rumah Obama. Sayang seflie-nya tidak layak tayang, hehe. Gantinya, ini beberapa gambar dari jalan dan museum. 
White House, rumah Obama. Sayang penghuninya nggak kelihatan.
Supreme Court Building. Gedung Mahkamah Agung Amrik.
Gloomy Morning
Display Mammoth di Museum of Natural History
Giant Fish at Museum of Natural History
The story of our DNA
Baca Selengkapnya...

Kartupos dari Annapolis

Gereja tua di tengah kota

Kota ini kota tua, kata orang. Kota bersejarah, terutama bagi warga kulit hitam Amerika. Kota ini kecil saja. Alun-alunnya hanya memuat sebuah gereja dan kantor pos. Ruas-ruas jalannya sempit, dihimpit rumah-rumah tua yang berpadu dengan bangunan baru. Tapi sayangnya pagi ini aku tak sempat memikirkan sejarah yang dikisahkan kota ini. Yang kupikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan magnet kulkas – cindera mata pesanan keluarga – tanpa harus terlalu lama meninggalkan hangatnya kamar hotel. Ya, udara di luar sedang dingin, sekitar minus 25 derajat Celsius. Dingin, bahkan untuk penduduk lokal, gara-gara angin kutub utara yang tahun ini menyapu jauh ke selatan.

~ Si Ayah 

Foto-foto Annapolis:
Trem gratis (The Free Troley) yang ngetem di depan hotel Westin
Rumah-rumah penduduk
Pertokoan
Balai Kota

Baca Selengkapnya...

[Penginapan] Hostel 5.FootWay.Inn Project Boat Quay Singapore

Hostel's reception
Boleh nggak sih bawa anak-anak nginep di hostel? Di Singapura boleh-boleh aja tuh, asal di kamar privat.

Setelah over budget menginap di hotel Novotel, saya ingin menyeimbangkan anggaran dengan menginap 2 malam di hostel, yang tarifnya hampir separuh dari tarif hotel bintang empat.

Saya mengandalkan website Hostel World untuk mengetahui daftar hostel yang tersedia di Singapura. Baru kemudian saya cek website masing-masing hostel. Sebagian besar hostel di Singapura, dalam peraturannya menyebutkan, anak-anak di atas usia 2 tahun boleh menginap, asal di kamar privat atau kalau menyewa seluruh bed di dorm (4 kasur atau 6 kasur). 

Setelah browsing dan baca review sana-sini, saya memutuskan memesan kamar di 5.Footway.Inn Project Boat Quay. Grup hostel ini sudah punya banyak properti di Singapura, antara lain di daerah Bugis, Chinatown 1 dan Chinatown 2. Project Boat Quay adalah hostel terbaru mereka. Lokasinya cukup menarik di tepi Singapore River. Sejak melihat foto-foto mereka di website resminya, saya langsung tertarik.

Di hostel, biaya menginap dihitung per orang atau per kasur, bukan per kamar. Tarif di hostel Project Boat Quay ini SGD 34 per orang per malam, atau sekitar Rp 272.000. Total berempat per malam adalah Rp 1.088.000. Saya booking di Hostel World, yang hanya mengenakan deposit 10% dari total tagihan. Deposit saya bayar dengan Pay Pal, sisanya saya bayar tunai di hostel. 

Bunk bed
Double bed
Saya sempat kesal ketika cek in, kamar yang kami pesan, Superior 4 bed Mixed Dorm tidak ada. Padahal saya sudah booking di Hostel World. Mereka menggantinya dengan 2 kamar privat, 1 kamar dengan double bed dan kamar satunya lagi 1 set bunk bed. Saya pikir-pikir nggak papa lah, karena Big A juga sudah cukup besar untuk menjaga adiknya, dan hostel ini dilengkapi pengamanan dengan kartu.

Sudah diduga, Little A senang dengan bunk bed. Kamar privat bunk bed untuk berdua ini sangat sempit dan tanpa jendela. Kamar double bed lebih luas, lantainya yang diberi karpet bisa untuk menggelar barang bawaan dan hasil shopping kami untuk packing di malam terakhir. Masing-masing kamar dilengkapi AC, meja dan bangku, loker yang bisa dikunci, cermin, lampu baca dan colokan charger. Mereka juga menyediakan handuk. 

Kasur, bantal dan spreinya tipis, tidak senyaman kasur di hotel (ya iya laaah). Awalnya saya sempat merasa sesak napas karena sempitnya ruangan tanpa jendela ini. Tapi lama-lama, setelah tersihir sejuknya AC, saya bisa menyesuaikan diri. Apalagi di hostel ini ada fasilitas wifi gratis dengan kecepatan tinggi. Precils bisa anteng streaming You Tube, sementara Emaknya bisa eksis di media sosial. Siapa yang perlu TV layar datar? Dan jendela?

Brekky with a view
Di hostel ini, semua kamar mandinya sharing, tidak ada kamar mandi dalam. Mungkin ini juga yang bikin ragu Emak-Emak lain untuk mencoba hostel. Nanti gimana mandinya di kamar mandi umum? Saya dulu juga begitu, ketika memesan kabin di New Zealand, selalu memilih yang ada kamar mandi dalamnya. Tapi setelah latihan camping di Sydney, dan campervanning Adelaide - Melbourne, kami jadi berani menggunakan toilet dan kamar mandi umum.

Toilet dan kamar mandi perempuan satu lantai dengan resepsionis dan kamar kami, sementara kamar mandi untuk laki-laki di lantai 3. Toilet duduk kering cukup bersih, dengan tisu yang cukup. Ada juga satu toilet dengan semprotan air. Kami tidak pernah harus mengantre untuk memakai toilet atau kamar mandi. Tapi bilik mandi selalu sudah basah lantainya. Desain bilik mandi mereka juga tidak sebagus yang kami temui di Australia, dengan area basah untuk shower dan area kering untuk ganti baju. Bilik mandi di hostel ini cuma seperti ruang bilas di kolam renang di Indonesia. Mereka menyediakan sabun cair dan shampoo dalam dispenser di setiap bilik. Sayangnya cantelan handuk dan gantungan bajunya cuma satu! Lumayan ribet untuk ganti baju, apalagi tidak ada area kering. Tapi ya sudahlah, yang penting badan segar kena air hangat.

Hostel ini juga menyediakan fasilitas laundry dan pengeringan dengan membayar $13 sekali cuci, termasuk deterjen. Saya perlu cuci-cuci karena Little A berbasah-basah di water play Singapore Zoo. Ketika saya lupa mengambil cucian malam-malam, resepsionis cukup berbaik hati mengamankan cucian saya untuk diambil esok harinya.

Satu lagi kelebihan di hostel, mereka menyediakan sarapan gratis. Meskipun 'cuma' roti panggang dengan selai, lumayan lah untuk memulai hari. Yang paling menarik dari hostel ini adalah ruang serbaguna mereka di lantai atas. Dari teras, kita bisa sarapan dengan kopi beneran dari mesin kopi dan roti panggang sambil memandang sungai Singapura yang bersih. Cicit burung menimpali obrolan saya dan Si Ayah pagi itu, tentang... statistik untuk validasi penelitian! Kriuk :)
 

Lokasi hostel ini berada di antara ruko-ruko pinggir sungai yang kalau malam disulap menjadi tempat untuk makan-makan. Banyak resto yang menawarkan seafood, chinese dan Thai food dan ada beberapa bar bergaya pub di Inggris. Saya sempat tanya harga makanan di sekitar sini, yang ternyata lumayan mahal, $25-$35. Kami pun melenggang menuju Lau Pa Sat yang standar harga makanannya cuma $5 - $7. Hostel ini berada di antara stasiun MRT Clarke Quay (jalur ungu) dan stasiun Raffles Place (jalur merah dan hijau), masing-masing ditempuh 10 menit berjalan kaki (jadi 20 menit kalau dengan Precils). Dari dan ke bandara Changi bisa memilih via stasiun Raffles Place.

Secara umum, kami asyik-asyik aja tinggal di hostel. Precils tetap bisa tidur nyenyak dan nggak komplain berbagi kamar mandi dan toilet. Saya, meskipun bisa mendengar langkah-langkah orang di lorong kamar dan sayup-sayup obrolan tetangga sebelah, akhirnya bisa tidur juga karena kelelahan. Si Ayah senang dengan internet cepat dan gratis, saya senang bisa minum kopi beneran dari mesin kopi. Cuma yang saya rasakan, tamu-tamu di hostel ini lebih banyak yang cuek. Saat sarapan, hanya bule-bule yang membalas ucapan Good Morning saya. Sementara orang-orang Asia, ketika disapa, tersenyum pun tidak. Euw!

~ The Emak 

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya...