Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
Peluang bisnis anda

SPACE IKLAN

Space buat promosi halaman atau produk anda, minat hubungi kami..

Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

Menjinakkan Badai Kecemasan Pasien Kanker Lewat Hand Massage





oleh: Muh Ikhsan, NPM: 08250000020

Sentuhan Ringan, Manfaat Mendalam: Menjinakkan Badai Kecemasan Pasien Kanker Lewat Hand Massage

Badai di Ruang Kemoterapi

Mendengar kata "kanker" seringkali menjadi titik balik yang mengguncang dunia seorang pasien. Namun, perjuangan tidak berhenti pada diagnosis. Saat pasien dihadapkan pada jadwal kemoterapi, badai baru sering kali muncul: kecemasan yang luar biasa.


Kecemasan saat menjalani kemoterapi bukan sekadar masalah perasaan. Secara fisiologis, stres ini memicu lonjakan kortisol, detak jantung, dan tekanan darah, yang berdampak pada menurunnya toleransi nyeri serta terhambatnya pemulihan.

Di sinilah tenaga kesehatan dan keluarga sering kali merasa tidak berdaya. Obat penenang (farmakologis) memang ada, namun selalu datang dengan risiko efek samping. Kemudian, adakah cara sederhana, murah, dan aman untuk meredakan "badai" ini? Jawabannya ada pada ujung jari kita.

 

Apa Itu Hand Massage dalam Konteks Klinis?

Hand Massage merupakan metode relaksasi non-obat yang menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam berbagai penelitian  dalam merangsang hormon endorfin. Terapi sentuhan lembut ini terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengurangi rasa sakit pada pasien kanker sebelum menjalani prosedur kemoterapi. Pijat tangan atau hand massage sering kali dianggap remeh sebagai sekadar "usap biasa" (Agni Cahya Pratiwi et al., 2024).

Pijat tangan merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang praktis, hemat biaya, dan bisa dilakukan di mana saja, termasuk saat pasien sedang dikemoterapi. Terapi singkat berdurasi 10-20 menit ini sangat ideal diterapkan di tengah padatnya jadwal rumah sakit atau puskesmas.


Mengapa Sentuhan Ringan Memiliki Manfaat Mendalam?

Secara kasat mata, kita hanya memijat tangan. Namun di dalam tubuh pasien, terjadi perombakan kimiawi yang menakjubkan. Mengapa hand massage sangat efektif menurunkan kecemasan pasien kanker?

·       Mengaktifkan "Rem" Tubuh (Sistem Saraf Parasimpatis):

Ketika tangan pasien dipijat dengan lembut, reseptor tekanan di bawah kulit akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Ini adalah sistem yang bertanggung jawab untuk rest and digest (istirahat dan cerna). Hasilnya, detak jantung melambat, napas menjadi lebih teratur, dan otot-otot yang tegang karena panik perlahan mengendur (Miftaqul Bilka Subiantoro et al., 2024).

·       Meredam Hormon Stres:

Berbagai penelitian keperawatan menunjukkan bahwa terapi sentuhan mampu menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) secara signifikan (Nourmohammadi et al., 2019).

·       Teori Gate Control:

Sinyal pijatan yang nyaman berjalan lebih cepat menuju otak dibandingkan sinyal rasa sakit atau tidak nyaman. Sensasi pijatan ini seolah "menutup gerbang" bagi sinyal negatif, sehingga pasien merasa lebih rileks dan pengalihan fokusnya (distraksi) berhasil (Ayu Fitria et al., 2025).

Efektivitas hand massage bukanlah sekadar mitos, melainkan telah didukung oleh berbagai literatur berbasis bukti (evidence-based).



Panduan Gerakan Pijat

Cara Sederhana Hand Massage

Sumber: (Universitas Mercubaktijaya, 2021) – Youtube

  1. Mengusap (Effleurage)
  2. Punggung Tangan
  3. Pijat Jari
  4. Telapak Tangan
  5. Area Antara Ibu Jari dan Telunjuk
  6. Gerakan Penutup

Implikasi bagi Keperawatan:

Mengembalikan Marwah Caring dalam Asuhan

Bagi profesi keperawatan, hand massage bukan sekadar teknik relaksasi tambahan, melainkan cerminan dari identitas dan peran utama perawat profesional. Ada beberapa alasan mengapa intervensi ini memiliki implikasi yang sangat kuat dalam praktik keperawatan onkologi:         

·        Wujud Nyata Intervensi Mandiri Perawat (Independen)

Perawat sering kali diidentikkan dengan tugas kolaboratif seperti memberikan obat dari dokter. Padahal, perawat memiliki wewenang penuh untuk melakukan tindakan mandiri demi mengatasi masalah respons pasien, seperti diagnosis keperawatan "Ansietas" (kecemasan). Hand massage adalah senjata ampuh milik perawat yang terbukti secara klinis (evidence-based practice) tanpa harus menunggu instruksi medis.

·        Asuhan Keperawatan yang Holistik

Pasien kanker bukan sekadar diagnosis biologis di atas kertas; mereka adalah manusia utuh yang sedang mengalami krisis psikologis. Dengan mengintegrasikan sentuhan di tengah prosedur medis, perawat menerapkan asuhan keperawatan holistik (bio-psiko-sosial-spiritual), merawat tubuh sekaligus menenangkan jiwa pasien.

·        Perawat sebagai Edukator dan Pemberdaya Keluarga

Perawat tidak harus selalu melakukan pijatan ini sendiri, terutama di bangsal atau puskesmas yang sibuk. Perawat dapat mengambil peran sebagai edukator dengan mengajarkan teknik hand massage yang benar kepada keluarga pasien. Hal ini sangat memberdayakan keluarga, mengubah perasaan "tidak berdaya" mereka menjadi partisipasi aktif dalam proses penyembuhan pasien.

·        Murni Menjalankan Esensi Caring

Di era modern di mana teknologi kesehatan (seperti sistem rekam medis digital dan mesin kemoterapi canggih) mendominasi, hand massage menjaga "ruh" utama keperawatan, yaitu perilaku caring (kepedulian tulus). Sentuhan perawat mengomunikasikan empati dan kehadiran yang tidak bisa digantikan oleh mesin mana pun.


Kesimpulan:

Mengembalikan Kendali Lewat Sentuhan

Kemoterapi mungkin adalah prosedur medis yang dingin dan kaku, tetapi kita selalu punya ruang untuk menyuntikkan kehangatan manusiawi di dalamnya. Hand massage membuktikan bahwa intervensi keperawatan tidak selalu berbentuk obat-obatan atau alat canggih. Terkadang, teknologi penyembuhan paling mutakhir sudah kita miliki sejak lahir: kedua tangan kita.

Bagi tenaga perawat, ini adalah intervensi singkat yang menaikkan mutu asuhan keperawatan. Bagi keluarga pendamping, ini adalah alat pemberdayaan; sebuah cara konkret bagi mereka untuk ikut andil meringankan beban orang yang mereka cintai di masa-masa paling kritis.

Di tengah badai kecemasan yang mendera pasien kanker, sentuhan ringan di telapak tangan bisa menjadi jangkar yang menahan mereka tetap tenang, damai, dan siap menghadapi kesembuhan.

Referensi:

DAFTAR PUSTAKA

Agni Cahya Pratiwi, Sri Sumaryani, & Eny Hernani. (2024). Efektivitas Terapi Relaksasi Hand Massage Dalam Mengurangi Kecemasan Pra-Operasi Pada Pasien Kistektomi: Studi Kasus. Jurnal Medika Nusantara, 2(2), 85–94. https://doi.org/10.59680/medika.v2i2.1120

Ayu Fitria, D., Hakam, M., & Yufi Septriana Candra, E. (2025). The Application of Hand Massage for Pain Management in Post-Laparotomy Patient; A Case Study (Vol. 7, Number 2). http://jkt.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/home/index

Fadilah, P. N., Astuti, P., & Santy, W. H. (2016). PENGARUH TEKNIK RELAKSASI HAND MASSAGE TERHADAP NYERI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI YAYASAN KANKER INDONESIA SURABAYA. Jurnal Ilmiah Kesehatan, (2016) 221-226

Miftaqul Bilka Subiantoro, Fatma Ardian Sari, Betty Shinta Damayanti, Devie Mutiara Hati, Gessa Tegar Syahrul Mauluddin, Sovea Choirun Nisya’, Trijati Puspita Lestari, & Moh. Saifudin. (2024). IMPLEMENTATION OF HAND MASSAGE ON REDUCING ANXIETY IN ELDERLY PEOPLE WITH HYPERTENSION. Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements, 6(2), 167–172. https://doi.org/10.20473/dc.v6.i2.2024.167-172

Nourmohammadi, H., Motaghi, M., Borji, M., Tarjoman, A., & Soltany, B. (2019). The effects of reflexology on fatigue severity of patients with cancer. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 20(2), 391–394. https://doi.org/10.31557/APJCP.2019.20.2.391

Septi Pratiwi, D., & Suryandari, D. (2022). PENGARUH PEMBERIAN HAND MASSAGE TERHADAP KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA PRE KEMOTERAPI DI RUANG TULIP RUMAH SAKIT DR MOEWARDI.


#UIMAofficial#bodymassage#keperawatankomplementer#nersuima#MahasiswaKeperawatan#banggaUIMA#fikesuima#artikelkesehatan#ekstensiRPL 

Baca Selengkapnya...

Cegah Sindrom akibat sengatan Panas Matahari bagi Jamaah Haji

Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu ekstrim ini akan terus semakin meningkat untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang antara 43-50 derajat celsius. Jamaah haji yang terpapar dengan cuaca panas yang ekstrim di Arab Saudi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang diakibatkan oleh terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan yang dapat menimbulkan heat stroke atau memperburuk penyakit yang telah diderita sejak dari Tanah Air

Tanda dan gejala:

Kulit Merah, Panas, Kering
Kepala Pusing,
Kram Otot dan Pingsan
Bahkan dapat menyebabkan KEMATIAN

Untuk itu calon jamaah haji harus melakukan pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan calon jamaah haji terkena penyakit ketika melaksanakan ibadah Haji di Arab Saudi. Pertama, yang sifatnya umum, adalah agar dapat dideteksi kemungkinan penyakit dan masih ada waktu untuk mengatasinya."

Sengatan Panas dapat dicegah dengan:

Gunakan payung dan penutup kepala
Minum air putih 2-3 jam ( jangan menunggu haus )
semprotkan air ke wajah & bagian lain yang terkena matahari
Gunakan Pakaian Longgar dan Alas kaki
Dampingi Usia lanjut dan atau memiliki penyakit jika berpergian
Perhatikan anjuran petugas
Baca Selengkapnya...

Menuju Re-Akreditasi, Puskesmas ini Uji Coba Paperless, Manokwari




Manokwari (6/7/2019). Paperless merupakan sebuah metode dimana dokumen-dokumen & data-data yang memungkinkan untuk dibuat digital akan di konversi ke dalam bentuk digital file & disimpan kedalam digital storage, atau dengan kata lain sebagai upaya pengurangan bahkan penghilangan konsumsi kertas dalam proses pelayanan publik.
Sistem seperti itulah yang sedang diupayakan oleh salah satu puskesmas terbaik di Kabupaten Manokwari ini, di mana sistem langsung terintegrasi ke dalam suatu jaringan dan dapat diakses oleh petugas di setiap unit layanan. Data rekam medis pasien akan tersimpan dapat diakses kembali ketika pasien berkunjung kembali.



"kebijakan paperless ini sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan sudah diterapkan oleh beberapa puskesmas di Indonesia dan sangat membantu dalam proses pelayanannya, salah satu undang-undang dalam penerapan paperless yaitu UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menunjukkan bahwa dokumen yang bersifat digital atau paperless menjadi barang bukti yang sah. Kesahihan tersebut terpenuhi apabila dokumen elektronik dapat dipastikan berasal dari sistem elektronik yang memenuhi syarat berdasarkan peraturan perundang-undangan” papar kepala Puskesmas.


Upaya-upaya awal yang dilakukan Puskesmas Sanggeng adalah uji coba menggunakan aplikasi SIMPUS yang  sudah lama digunakan oleh Puskesmas namun belum menggunakan metode paperless, ujicoba dilakukan pada hari Jumat, 5 Juli 2019, kami melakukan evaluasi sesuai proses PDCA (Plan, Do, Check, Action) beberapa kendala sudah kami dapat dan akan ditindak lanjuti salah satunya jumlah unit Komputer yang perlu ditambah dimasing-masing ruang pelayanan dan cukup banyak kendala-kendala minor yang akan ditindak-lanjuti satu persatu.


kami berharap paperless yang akan kami terapkan dapat membantu mempercepat pelayanan pasien mengingat jumlah kunjungan sakit puskesmas Sanggeng dalam bulan terakhir mencapai 2000 kunjungan pasien dan kami juga berharap agar Aplikasi SIMPUS kami dapat diupdate untuk mendukung paperless” ujar salah satu petugas di ruang pelayanan.

/Ikh.

Baca Selengkapnya...

Download kartu/Form Obat bawaan Jemaah haji Indonesia

Salam sehat.

maka mumpung ada kesempatan saya share lembaran yang mungkin ada yang membutuhkan, sebenarnya kartu obat bawaan sudah bisa di entry dan dicetak langsung melalui aplikasi siskohatkes yah...
\tapi disini yang saya share adalah lembaran kosongnya, jadi petugas dapat mengisi/tulisa tangan saja jika diperlukan, dan bisa diatur agar lebih hemat kertas,( A4 bisa dibagi 2 untuk 2 jemaah)..


Download disini

Baca Selengkapnya...

Mencoba Garuda Bisnis Bareng Anak-Anak

Big A dan Lil A di kabin Garuda kelas bisnis. 

Siapa sih yang nggak pengen nyobain naik pesawat di kelas bisnis? Aku dan Nino pernah di kesempatan berbeda, sementara anak-anak belum pernah punya pengalaman ini. Alhamdulillah kesempatan naik kelas bisnis datang pas kami mau berangkat ke Jerman.

Ketika visa nasional Jerman kami beres, aku mulai berburu tiket pesawat one-way ke Frankfurt. Akhirnya dapat harga termurah Oman Air dari Jakarta. Tiket pesawat Surabaya - Jakarta harus kubeli terpisah. Aku pilih pakai Garuda biar lebih nyaman transit dari T3 ke T2. Tadinya aku beli tiket ekonomi. Tapi setelah ingat kalau jatah bagasi ekonomi masing-masing hanya 20kg, aku jadi resah (tsaaah). Kami kan emang pindahan bedol desa ke Jerman, bawa 2 koper besar dan 2 koper kecil, jelas lebih dari 60kg. Kalau memang mau naik kelas ekonomi, perlu beli tambahan bagasi. Trus aku langsung mikir, gimana kalau upgrade jadi bisnis ajaaa? Kan bayarnya bisa pakai miles, nggak pakai duit. Hahaha, ini salah satu taktikku biar disetujui sama Nino. Pokoknya mana yang lebih hemat aja.

Singkat cerita, setelah itung-itungan, aku memutuskan upgrade tiket Garuda pakai miles. Cuma perlu 5000 miles untuk upgrade dari kelas ekonomi ke kelas bisnis untuk penerbangan Surabaya - Jakarta. Untungnya miles GFF Nino masih banyak. Aku cukup bermodal surat keterangan dari dia plus tanda tangan di atas materai bahwa dia mentransfer miles-nya buat aku dan anak-anak. Karena rencananya upgrade ini kuurus setelah Nino berangkat duluan ke Jerman. 


Cek-in-nya jangan salah di ekonomi ya :p

Nge-lounge dulu sebelum berangkat 

Di hari H keberangkatan kami bertiga, Lil A seneng banget pas kubilang kami bakalan naik bisnis. Selesai membungkus koper dengan plastik, aku celingak-celinguk mencari tempat cek in kelas bisnis. Kok kayaknya nggak ada di sebelah yang ekonomi ya? Sampai petugas wrapping bertanya, "Mau ke mana, Bu?" Kubilang ke Jakarta kelas bisnis. Akhirnya kami diantar petugas wrapping ke tempat cek in kelas bisnis dan kelas utama, yang ternyata lokasinya beda dengan kelas ekonomi. Lil A tertawa-tertawa, Big A pasang wajah luruuuus tanpa ekspresi. Dia bahkan males foto di konter cek in dan di lounge.

Lounge Garuda di Juanda T2 standar aja sih, ada sofa, makanan, dan colokan. Tapi yang penting toiletnya bersih dan wangi. Dan sepiiiiii. Karena kami nggak lapar-lapar banget, kami cuma minum dan nyemil tipis-tipis.


Jangan salah masuk ekonomi, wkwkwk


Sampai saatnya boarding. Aku mengingatkan Lil A jangan sampai salah masuk ke jalur ekonomi. Lil A ngikik bahagia, Big tetep lempeng.

Karena penerbangan kami ke Frankfurt (via Muscat) berangkat jam 14.30, aku pilih Garuda yang sampai Soetta jam 11.40, biar nggak mepet banget transitnya. Kami beruntung karena penerbangan GA311, SUB - CGK jam 10.05 - 11.40 itu menggunakan pesawat Airbus A330-200. Ini pesawat yang lebih besar daripada Boeing 737-800 yang biasa digunakan untuk rute Surabaya - Jakarta. Airbus ini pesawat yang sama yang digunakan untuk rute ke Australia. Tentu saja, desain kelas bisnisnya lebih bagus, dengan kursi yang bisa jadi flat bed. Meski nggak kami gunakan buat tidur juga sih. Yang penting, ini jenis kelas bisnis yang sama yang pernah dicoba Nino dari Jakarta ke Sydney. Yay!

Setelah masuk kabin dan dapat kursi, Big A mulai bisa senyum. Pramugari menawarkan bantuan untuk memotret kami bertiga. Suasana lebih santai daripada kabin ekonomi karena kelas bisnis ini nggak penuh. Baru ketika pesawat sudah siap mau berangkat, ada pasangan suami istri yang naik. 

Aku nggak begitu terlalu mengamati ukuran kursi dan jarak antar kursi. Tapi kata @diladol yang mengomentari instastory-ku, "Wah, jarak antar kursinya luas banget bisa buat main futsal." Begitulah kira-kira gambaran yang tepat. Kalau aku duduk sambil selonjor, masih belum menyentuh kursi di depannya. Ora geduk. Ya itu sih karena panjang kakiku ya :p





Begitu pesawat mengudara dan stabil, kami langsung ditawari makan. Ada dua pilihan menu, nasi atau pasta. Lil A pilih pasta, sementara aku dan Big A makan nasi. Tak lupa ada roti dan butter kesayangan kami semua. Plus buah potong dan jenang sebagai dessert. Semuanya enaaaaak. Lihat deh senyum Lil A yang seneng banget makan menu lengkap. Dia sampai nangis ketika melihat Bapak pejabat yang duduk di depannya tidak menyentuh roti dan butter sama sekali. "Padahal enak banget kan, Ma? Kenapa disia-siakan?" Duh, anakku kadang memang lebay. Tapi bener deh, eman-eman banget kalau makanannya sampai nggak habis. Menu bisnis Garuda ini nggak kalah sama menu Book The Cook SQ. Meski penerbangannya pendek banget, mereka bisa menyajikan makanan dengan baik.






Setelah makanan tandas, kami mengisi waktu dengan mendengarkan musik, main game, dan nonton 'cuplikan' film di entertaintment system Garuda. Kalau naik bisnis begini, waktu begitu cepat berlalu, hahaha. Rasanya pengen nambah jam terbangnya, mau muter-muter di atas Jakarta dulu pun nggak masalah, hahaha. Rute Surabaya - Jakarta emang cuma satu setengah jam sih. Moga-moga ntar kami bisa nyobain kelas bisnis di rute yang lebih panjang. Amin.







Enaknya naik kelas bisnis nggak cuma pas di kabin aja lho. Setelah pesawat mendarat, bagasi kita bakal keluar duluan. Kita tinggal duduk manis menunggu di baggage service untuk business & first class. Bisa sambil ngopi karena tersedia mesin kopi juga. Tapi kami nggak sempat santai-santai karena bagasinya sudah datang dan petugas membantu menaikkan ke troli.

Alhamdulillah perjalanan Surabaya - Jakarta lancar. Next lanjut cek in Oman Air Jakarta - Muscat - Frankfurt di kelas... ekonomi ;)

~ @adekumala
Follow our IG @travelingprecils
Baca Selengkapnya...

7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik


Hello 2017...
Apa resolusi piknik kamu tahun ini? Kalau The Emak sih nggak muluk-muluk karena resolusi tahun lalu banyak gagalnya, hiks. Tapi ketolong sama pengalaman traveling di akhir tahun yang tak disangka-sangka: cruising! Tahun ini keluarga precils insyaallah akan ke KL dan Malaka (dapat tiket 0 rupiah AA dari tahun lalu) dan LOB Komodo (amin YRA). Udah itu doang? Enggak sih, nanti ditambah staycation sana-sini dan weekend mini trip entah nyangkut di mana, hahaha. Trus The Emak juga punya keinginan terpendam untuk #ngopibarengnicsap2017 karena kan destinasi nggak melulu tempat, bisa juga orang.

Nah, yang lebih penting dari sekadar resolusi piknik adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.Traveling pasti perlu modal dong. Kabar baiknya, nggak semua biaya traveling harus dibayar dengan uang. Bisa juga dibayar pakai miles untuk tiket pesawat, pakai kredit poin untuk penginapan, dan pakai doa kalau pengen menang kuis ;) Emak yang baik hati dan tidak sombong ini akan berbagi tips untuk ngumpulin duit dan poin receh agar resolusi piknik kamu kesampaian.

Untuk bisa mengumpulkan miles/mileage (poin penerbangan), kita harus jadi anggota frequent flyer dari suatu maskapai. Nama program tiap perusahaan penerbangan bisa beda-beda. Untuk orang Indonesia, saya sarankan minimal ikut tiga keanggotaan frequent flyer ini: Garuda Indonesia, Air Asia, dan Singapore Air. 

"Duh, saya kan jarang terbang?" Tenang, untuk ikut keanggotaan ini nggak perlu harus sering terbang kok. Bahkan sebaiknya mendaftar jadi anggota sebelum terbang dan sebaiknya sebelum beli tiket agar nomor frequent flyer bisa dicantumkan ketika membeli tiket. 

Cara mendaftar gampang kok, seperti ketika kita membuat akun email. Klik masing-masing website-nya ya, trus cari tombol Daftar/Join/Register.
Garuda Miles: https://garudamiles.com    
Air Asia Big Loyalty Programme: http://www.airasiabig.com/id/id/
Kris Flyer SIA: http://www.singaporeair.com/KrisFlyer

Nah, kalau keanggotaan frequent flyer udah beres, mari kita cari tahu cara memperoleh poinnya. Nggak melulu dari terbang lho. The Emak punya 7 tips untuk ngumpulin remah-remah biaya untuk traveling.



1. Mengumpulkan receh (literally)
Ini serius. Saya selalu meminta uang kembalian kalau belanja di minimarket atau supermarket. Dan saya pasti mengecek struk belanja sebelum keluar dari toko. Untuk toko besar biasanya sih saya pakai kartu debit atau kredit, tapi untuk toko kecil saya pakai uang kas. Lebih sering saya yang memberi kasir uang kembalian karena saya selalu bawa recehan di dompet untuk belanja.

Bukannya saya pelit untuk donasi ya, tapi untuk zakat, uang qurban dan sumbangan sosial memang sudah saya program, bukan dari uang receh. Donasi pun akan sampai ke penerima yang kita pilih sendiri.

Latihan minta uang kembalian ini membuat kita menghargai uang kecil, karena uang besar berasal dari uang kecil. Dalam bahasa Ibuk saya yang pedagang, kita harus "setiti". Apa ya bahasa Indonesianya yang pas? Karena benar-benar uang receh, tentu hasilnya setahun enggak banyak, tapi tetap saja ada harganya. Misal sehari kita bisa mengumpulkan 1000 rupiah saja, setahun kita bisa dapat 365 ribu. Cukup untuk bayar pajak bandara, karena meski kita bisa membeli tiket pesawat dengan miles, pajak bandara tetap harus dibayar pakai uang, nggak bisa pakai daun :)

2. Mengumpulkan cashback dari Shopback 
Hayo siapa yang hobi online shopping? *ikut ngacung. Sejak kenal Shopback, saya selalu belanja melalui website/apps ini karena setiap belanjaan kita bakalan dapat uang kembalian antara 2% sampai 15%. Belanjaan saya juga kebutuhan sehari-hari sih seperti beli pulsa, bayar PDAM, bayar BPJS di tokopedia; beli tiket nonton di BookMyShow; beli tiket pesawat di PegiPegi, Tiket, atau Nusatrip tergantung mana yang lebih murah; booking hotel di Booking dot com atau Agoda.

Keuntungan jadi anggota Shopback ini, uang kembalian kita terkumpul di suatu tempat dan bisa ditarik jadi tunai (transfer ke rekening bank kita) kapan pun kita mau. Lumayan kan kalau dalam setahun bisa dapat 3-4 juta? Tinggal bilang ke pasangan kita, "Sayang, liburan yuk aku yang traktir." :p

 
Daftar Shopback pakai referral saya untuk mendapatkan bonus Rp 45.000: https://www.shopback.co.id/?raf=YppJr2


https://www.shopback.co.id/?raf=YppJr2
Toko favorit ada di sini semua
Cashback saya :) Lumayan yah.

3. Mengisi Survey YouGov untuk Poin Airasia Big
Ini tadi yang saya bilang nggak harus sering terbang untuk mencari poin frequent flyer. Kita bisa mendapatkan poin Air Asia Big hanya dengan mengisi survey. Setiap survey bisa dapat poin mulai dari 25 poin sampai 150 poin. Nanti kalau sudah terkumpul 5000 poin, bisa ditukar menjadi 2500 poin AirAsia Big. Kalau sedang promo, banyak rute Air Asia yang bisa ditukar hanya dengan 500 poin saja, misalnya Jakarta - KL, Jakarta - Penang, Jakarta - Bali, Surabaya - Johor Bahru, dll.

Surveynya gampang kok, tentang kehidupan kita sehari-hari. Misalnya tentang pemakaian internet di rumah, merk sabun yang sering dipakai, pendapat tentang service provider, dll. Setelah mendaftar, nanti akan dikirimi email kalau ada survey yang cocok dengan profil kita. Surveynya bisa dikerjakan di komputer atau smartphone, dan biasanya nggak sampai 10 menit.

Daftar survey YouGov di sini:
https://id.yougov.com/en-id/refer/TQ3vAFZlkjhYLB6Bv-KGvw/



4. Menulis Review di Tripadvisor untuk Miles Garuda
Selain survey, kita juga bisa menambah miles dengan cara menulis review di Tripadvisor Indonesia. Sebenarnya kita bisa memilih, poinnya mau ditukar jadi Garuda Miles atau Air Asia Big, tapi saya lebih memilih ditukar Garuda Miles. Setiap reviewer hanya boleh memilih salah satu.

Yang harus dilakukan adalah mendaftar jadi anggota Garuda Miles dulu agar mendapatkan nomor anggota. Setelah itu, daftar menjadi anggota Tripadvisor Indonesia (bisa dengan akun facebook biar nggak ribet). Baru kemudian menyambungkan program mileage dari review Tripadvisor di sini:
https://www.tripadvisor.co.id/GarudaMiles

Yang bisa diulas di Tripadvisor tidak cuma hotel atau penginapan, tapi juga restoran atau tempat wisata. Jadi tanpa pergi jauh pun kita bisa menulis tentang warung langganan di kota kita sendiri. Setiap tempat yang kita review punya nilai mileage sendiri, mulai dari 5 poin sampai 200 poin. Ulasan harus otentik ya, artinya kita memang pernah punya pengalaman di tempat yang kita review. Ulasan palsu akan membuat kita di-blacklist oleh Tripadvisor. 

Miles yang dibutuhkan untuk terbang dengan Garuda dari Surabaya ke Bali adalah 4000. Kalau tiap review rata-rata dapat 50 miles, kita tinggal menulis 80 kali :) Atau redeem miles Garudanya pas diskon 50%, jadi untuk SUB - DPS atau Jakarta - Belitong tinggal perlu 2000 poin (40-an review) saja. Baca pengalaman saya menukar Garuda miles untuk terbang ke Bali sekeluarga di sini.


 
Poin dari review langsung masuk miles Garuda


5. Join Afiliasi Airbnb
Airbnb adalah apps dan website favorit saya untuk mencari vila atau apartemen ketika harga hotel terlalu mahal. Saya pernah memakai airbnb untuk memesan penginapan di Paris, Ubud, Taipei, dan baru-baru saja Jogja.

Airbnb juga termasuk yang murah hati memberikan credit point untuk para affiliate-nya. Kalau saya memberikan referral pada seseorang untuk bergabung dengan airbnb, orang tersebut akan mendapat Rp 295.000 (besaran kupon ini bisa berubah sesuai program mereka) dan saya akan mendapat jumlah yang sama kalau orang tersebut memesan penginapan. Karena rajin memberikan referral, selama ini saya bisa memesan penginapan di airbnb dengan diskon besar atau bahkan gratis :)


Daftar airbnb pakai tautan ini ya: https://www.airbnb.com/c/akumalasari

 


6. Join Afiliasi Hotel Quickly
Hotel Quickly adalah apps favorit saya untuk memesan hotel yang diperlukan secara mendadak. Apps ini paling pas untuk staycation. Saya pernah pakai untuk memesan beberapa hotel di Surabaya.

Untuk bisa menjadi affiliate, kalian harus mendaftar di apps Hotel Quickly dulu, cari apps nya di Google Play atau App Store. Setelah itu masukkan kode AKUMA72 untuk mendapatkan diskon tambahan 15% untuk pemesanan pertama. Nanti di apps, kalian bakalan punya banyak pilihan untuk memberikan referral ke teman-teman dan akan mendapat Rp 10.000 setiap kali teman menggunakan kode kalian, plus 10% dari pemesanan ketika teman kalian booking hotel. Lumayan, kreditnya bisa buat staycation leha-leha. Kalau udah punya kredit mending cepat dipakai sebelum expire :)
 
tampilan apps HQ




7. Menukar Poin Kartu Kredit
Tip terakhir untuk membiayai liburan adalah dengan menukar poin kartu kredit. Tentu saja syaratnya kalian punya kartu kredit, hehehe. Eh kalau nggak punya kartu kredit, ada kok kartu debit yang poinnya bisa ditukar miles Garuda, contohya Fiestapoin Bank Mandiri.

Bagi keluarga saya, kartu kredit adalah alat bayar yang praktis, terutama ketika bertransaksi online atau transaksi di luar negeri. Kami tidak pernah ngutang dan pasti membayar tagihan tepat waktu, jadi tidak pernah membayar bunga. Karena memang hanya sebagai alat bayar, kami masing-masing hanya punya satu kartu kredit.

Kalau kalian ingin mengumpulkan miles melalui poin kartu kredit, sebaiknya memang memilih kartu kredit yang bekerja sama dengan maskapai tertentu, agar milesnya cepat bertambah. Untuk miles Air Asia pilih CIMB Niaga, Singapore Air pilih BCA, sementara Garuda bekerja sama dengan BNI dan Citibank.

Tapi kartu kredit lain pun tetap bisa ditukar dengan miles. Bahkan keuntungan punya kartu kredit biasa, poinnya juga bisa ditukar dengan poin dari hotel, misalnya poin IHG (Holiday Inn) atau Hilton Honor. Kami pernah menginap gratis di Holiday Inn Penang dengan menukar poin IHG plus tambahan dari poin kartu kredit. Saya juga pernah merasakan terbang dengan kelas bisnis Singapore Air dengan menukarkan miles Krisflyer plus tambahan poin dari kartu kredit suami, hihihi. Padahal, saya belum pernah membeli tiket SQ dengan duit saya sendiri. Miles yang saya tukarkan berasal dari tiket hadiah ketika saya memenangkan kuis New Zealand Tourism. Moral of the story: selalu daftar keanggotaan frequent flyer sebelum kamu beli tiket pesawat atau sebelum kamu menang kuis :)


Itu semua tip-tip yang bisa kita semua lakukan sebagai rakyat jelata biasa. Tentu masih ada cara lain, misalnya endorse instagram kalau kamu arteeees. Atau bisa pasang iklan di blog kalau view blog kamu ratusan ribu sebulan, hehe. Tapi nggak papa, tetap optimis ya untuk #resolusipiknik2017 kamu. Jangan sampai kita rakyat biasa kena derita #kurangpiknik. Gimana, ada yang mau bareng kami ke Labuhan Bajo?


~ The Emak


Baca Selengkapnya...