Selamat datang teman, Kami harap bisa menikmati blog kami. Happy blogging ! .
Cek kembali jika kami sudah selesai dengan ini...
Silahkan Mengisi buku tamu untuk sekedar meninggalkan Jejak.. :)
peluang bisnis anda

Darimana Biaya Kuliahmu?

Dijaman sekarang ini bekerja sambil belajar adalah hal yang biasa, mengingat kondisi ekonomi orang tua kita, Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya mereka sudah tidak bisa lagi bekerja untuk kita. Masih banyak peluang yang terbuka, jangan takut mencoba, mulai dari sekarang dan jangan ditunda. Saya ada referensi buat Mahasiswa yang ingin sukses dan suka tantangan.

Pelajari Selengkapnya...
Title

Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Selain Mahasiswa banyak juga loh ibu rumah tangga yang berhasil dengan mengikuti tips bisnis dari mba Dini Santi. Pasti senang bisa bantu ekonomi keluarga. Tetapi perjuangan Mba Dian ini ngga mudah awal-awalnya tp sekarang beliau sudah sukses dan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Yuk lihat cerita sukses lainnya
Title

Tentang Akper IV

Angkatan yang mempunyai Seribu Satu Kisah Sedih, Senang, Susah bersama, saat dimana bisa menangis bersama, saat dimana bisa tersenyum bersama. Mempunyai motto kita selalu beda.

Read More
sukses dan sehat

Blog ini Penggemar Berat DBC-Network

Jelas banget dbc-network udah mengubah hidup saya, jadi melek IT, Dulu muncul pertanyaan gini "Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?" Bersama Oriflame di d’BC Network, Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas! TAPI jangan dulu percaya kalo belum membaca kisah suksesnya yah

Kisah Sukses Lainnya

[Budaya] Permainan Rakyat Indonesia

Posting lagi tentang budaya nih, jangan salah blog ini walaupun tentang kesehatan tidak menutup kemungkinan akan memposting tentang Budaya karena Akper juga cinta budaya Indonesia. salah satu budaya Indonesia adalah permainannya yang paling banyak di sukai sebagian besar anak-anak bahkan orang dewasa. mari lestarikan budaya Indonesia
berikut daftar permainan Rakyat Indonesia beserta penjelasannya


Kering-keringan (petak umpet)

Kring-kringan atau secara nasional dikenal dengan petak umpet merupakan permainan yang lazim dimainkan oleh anak-anak di bali. Permainan ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang berlainan tetapi aturannya hampir mirip.

Aturan permainan :

* Permaian diikuti oleh paling sedikit 3 orang.
* 1 orang sebagai penjaga atau yang bertugas sebagai peserta yang mencari/mengejar peserta yang sembunyi.
* Sedangkan pemain lainnya bersembunyi di sekitar arena yang telah disepakati.
* Ketika peserta sembunyi penjaga harus menutup mata dan mulai menghitung sampai dari satu sampai sepuluh.
* Setelah hitungan ke sepuluh penjaga boleh membuka mata dan mulai melakukan pencarian peserta yang sembunyi.
* Ketika penjaga berhasil menangkap salah satu peserta yang sembunyi maka penjaga di gantikan oleh peserta yang ditangkap paling pertama.


Untuk menentukan yang menjadi penjaga pertama kali dapat diundi dengat suit.


Meong-meongan

Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa bali disebut meng untuk menagkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih dimana 1 orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran. Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran. Si meng baru boleh menangkap si bikul ketika lagu sudah pada kata-kata juk-juk meng juk-juk kul.


Gasing
Permainan gasing hampir terdapat di seluruh wilayah di Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 7-17 tahun, bisa dilakukan perorangan maupun beregu. Gasing biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa dengan bagian yang lancip di bagian bawahnya. Permainan ini bersifat kompetitif, mengadu ketangkasan dan keterampilan dalam memutar gasing.

Ular Naga
Permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya. (Maaf kalau bahasanya kurang tepat)

Lagu untuk permainan Ular Naga:

5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0 0

Ular naga panjangnya, bukan kepalang

6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0 0

Menjalar-jalar selalu kian kemari

4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0 0

Umpan yang lezat, itulah yang di cari

6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1

Ini dianya, yang ter be la kang


Dalam lingkungan permainan anak-anak di Bali permainan ini juga di kenal dengan nama Curik-Curik.

Lagu untuk permainan curik-curik:

3 5 3 5 0 3 5 3 3 3 3 3 1 2 3 2 2 2 3 5 0 3 2 1

Curik-curik semental layang layang boko boko, tiang meli po_h-e,

3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 1 1 1 1

aji satak aji satu_s ke_peng, mara bakat anak bagu_s pe_ceng, enjok-enjok


Benteng-bentengan/pal-palan/pris-prisan
permainan terdiri dari 2 kelompok, inti dari permainan ini adalah banyak2an siapa yang berhasil menduduki benteng lawan ( dengan simbolnya menyentuh benteng lawan ). Setiap team akan menjaga bentengnya benteng ( bentuk dan bendanya terserah, biasanya tiang listrik, pohon, tembok, dll ) sekaligus menyerang benteng lawan. Setiap penyerang yang sudah jauh meninggalkan bentengnya, akan bisa ditangkap oleh penjaga, dan jika tertangkap penyerang akan menjadi tawanan. Dan harus di selamatkan oleh kawannya untuk bisa bermain lagi. kelompok yang berhasil lebih banyak mendudukin benteng lawan, itu lah yang menang.


EGRANG DAN BOY-BOYAN
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.
BOY-BOYAN adalah Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.


Tilako
Di daerah Tanah Kaili cukup banyak jenis permainan Tradisional, tapi sayang sekali permainan itu jarang menggunakan peralatan yang diolah secara artistik oleh akal budi dan tangan manusia. Permainan-permainan itu memang menggunakan alat, akan tetapi alat-alat itu merupakan benda alam yang polos dan murni.

Tilako = Kalempa

Menurut etimologinya Tilako = Ti - lako
Kalempa = Ka + lempa
Tilako = Ti sebagai awalan.
Lako boleh berarti : langkah, jalan dari, dari mana.
Tilako = alat yang dipakai untuk melangkah / berjalan
Kalempa = Ka sebagai awalan lempa berarti datang dari langkah.
Tilako dari dialek Ledo sedang, sedangkan Kalempa dialek Rai.
Notilako = Bermain Tilako.
Bahan : Bambu dan boleh juga dari pelepah sagu dan tempurung.
Bentuk : Panjang.
Makna : Sebagai lambang kedewasaan, ketangkasan dan lambang keberanian dalam permainan tersebut;
Warna : Sesuai dengan warna bambu aslinya.

Cara pembuatannya

Untuk membuat Tilako atau Kalempa tersebut, dipilih bambu yang bentuknya lurus dan sudah tua, terutama volo vatu kemudian dikeringkan. Cara membuatnya bambu bata (volo vatu); pada bagian ujungnya yang bergaris tengah lebih kurang 3 cm atau sebesar sela ibu jari kaki dengan jari lainnya dan panjang ± 3 1/2 - 3 cm sebanyak 2 (dua) batang. Ranting-rantingnya dibersihkan lalu kedua batang bambu diukur sama panjang, dan diusahakan ruas-ruasnya tepat satu dengan yang lainnya bila ditegakkan. Disamping bambu yang panjang ± 2 1/2 - 3 m, disiapkan pula bambu yang agak besar panjangnya lebih kurang sama panjangnya dengan tapak kaki pemakai. Jadi bukan merupakan ukuran yang tetap dari masing-masing bambu tersebut. Bambu yang berukuran pendek itu salah satu ujungnya masih ada ruas (bukunya). Pada bagian yang ada ruas (buku) tersebut dilobangi sebesar bambu yang panjang tadi.

Perlu diperhatikan bahwa lubang itu tidak boleh terlalu besar, akan tetapi diperhitungkan, agar dapat tersangkut pada ruas (buku) bambu panjang dengan perkiraan ± 1/2 - / 4 meter atau lebih, dari bagian pangkalnya. Bambu yang panjang ini berfungsi sebagai kaki tegak berdiri, sedangkan bambu yang pendek berfungsi untuk tempat tapak kaki. Selesai kedua bambu pendek tadi dilubangi, lalu dimasukka pada bambu yang panjang dari bagian ujungnya yang kecil. Perlahan-lahan dimasukkan pada posisi tegak, sampai kandas pada bagian ruas (buku), sesuai kehendak pemakai yang ditentukan sejak awal ukurannya. Tetapi ada pula cara lain yakni pada bambu pajang dibuatkan pasak pangkal untuk memakan tempat kaki dengan cara melubanginya. hal ini dianggap kurang kuat karena bambu panjang tersebut dilubangi, dan kadang-kadang kayu pasak sebagai penahan biasanya patah.

Fungsinya

Tilako atau Kalempa ini berfungsi sebagai alat hiburan anak-anak dalam bermain bersama teman-temannya. Waktu bermain utamanya pada sore hari, pagi dan kadang-kadang waktu malam, bila bulan terang.

Tilako atau Kalempa, seringkali pula digunakan untuk berlomba lari atau saling menjatuhkan dengan cara memukulkan kaki-kaki bambu kepada kaki bambu temannya. Jadi Notilako atau Nokalempa adalah permainan untuk santai sambil menghibur diri.

Cara memainkannya

Permainan ini dilakukan oleh anak-anak umur 7 - 13 tahun, pada umumnya anak laki-laki dan hanya sebagian kecil anak perempuan. Kedua bambu dipegang kuat dalam posisi tegak, kemudian salah satu kaki diangkat tepat mengenai bambu pendek sebagai tempat kaki kemudian kaki yang satunya ikut diangkat. Pada saat ini sangat diperlukan keseimbangan agar tidak jatuh. Ibu jari kaki dan jari yang satu dijepitkan pada bambu panjang, dan apabila sudah seimbang, maka jari menjepit ikut menentukan kekuatan disamping tangan yang memegang, untuk mengangkat dan melangkah seperti lagaknya orang berjalan. apabila telah dikuasai keseimbangannya, biasa pula anak memberikan fariasi bunyi yang indah, dengan cara-cara memukul-mukulkan bambu itu pada bagian atas yang dipegang dan diselingi pukulan pada kedua kaki bawah. Melangkah dan berhenti sambil memukul-mukulkan kedua bambu itu dengan iramanya, begitu seterusnya hingga mereka puas.

Kalau tempat kaki itu agak tinggi, anak-anak biasa naik tangga, dan dari situlah mereka mulai berjalan, begitu pula sebaliknya kalau mereka turun dari Tilako itu. Siapa diantara mereka dapat menggunakan tilako atau kalempa yang tinggi tempat kakinya, maka dialah yang dianggap jago. Permainan ini tidak diikat dalam satu kelompok dan tidak pula terikat dengan lama waktu yang digunakan. Jadi singkatnya permainan ini bebas dilakukan dalam arti jumlah pemain dan lamanya permainan.

Persebarannyahttp://www.blogger.com/img/blank.gif

Sampai sekarang tilako atau kalempa sudah jarang dan bahkan hampir-hampir tak ada lagi. Dahulu, hampir semua anak desa di daerah Tanah Kaili mampu bermain tilako atau kalempa ini, karena di seluruh desa banyak tumbuh jenis pohon jambu, yang dibuat alat permainan.




Sekian dulu Permainan Rakyat Indonesianya, Kapan-kapan di posting yang lebih banyak lagi...

Sumber


LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA

No comments:

Post a Comment

Hallo Siapapun anda,
Boleh dong isikan komentar....
sebaiknya menggunakan profil "nama dan Url"